NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Diduga Suruhan Dosen, Mahasiswa STIE Amkop Makassar Dikeroyok Seniornya.

BAGIKAN :
Ilustrasi pengeroyokan

MAKASSAR, NKRIPOST.COM – Tindak kekerasan kembali terjadi di dunia pendidikan kampus. Kini salah seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Makassar mendapat perlakuan pengeroyokan yang diduga dilakukan senior-seniornya, Rabu (11/12/2019).

Ashabul Aslam alias Aas (18), seorang mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Amkop Makassar menjadi korban pengeroyokan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula dari kesalahpahaman antara dosen dan korban (Aas). Dosen menegur korban karena kedapatan merokok di depan ruangan kelas tengah proses belajar (perkuliahan) masih berlangsung.

Pengakuan Korban.

Kepada awak media, Aas menceritakan kejadian yang dialaminya. Dia mengaku jika dirinya ditegur salah seorang dosen saat merokok.

“Yah, benar saya ditegur oleh dosen saat merokok di luar ruangan pada saat proses perkuliahan masih berlangsung. Tetapi sebelum saya keluar dari ruangan saya meminta izin kepada dosen yang mengajar waktu itu. Kemudian pada saat saya masuk kembali keruangan saya dibentak oleh dosen dengan nada yang keras dan tidak mau menerima argumentasi saya,” tutur Aas.

Loading...

Setelah Aas mendapat teguran dari Dosennya, kabar itu terdengar oleh seniornya dan langsung mengeroyok Aas di tempat berbeda.

Pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) STIE Amkop Makassar.

Dalam aksi pengeroyokan itu, salah seorang mahasiswa yang diduga anak dari dosen yang menegur si korban juga ikut mengerok.

“Benar, saya dikeroyok oleh beberapa senior di dalam kampus tepatnya di gedung PKM. Salah satu darinya adalah anak dari dosen yang pernah menegur saya di ruang perkuliahan. Saya menduga itu adalah suruhan dosen,” pungkas mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Amkop Makassar ini.

Bahkan, kata Aas, beberapa anggota tubuh yang vital, seperti kepala dan leher mendapat pukulan dan tendangan.

“Mulai dari kepala saya mendapatkan pukulan yang cukup keras dan juga luka di bagian leher saya,” jelasnya.

“Kemudian selang beberapa menit pada saat saya di keroyok, saya mendapatkan cela untuk melarikan diri dari pukulan senior-senior mencari tempat yang aman untuk bersembunyi tetapi mereka terus menerus mengejar untuk mengeroyok saya,” tambahnya.

Respon Gerak Misi.

Diketahui, Aas juga mahasiswa aktif di salah satu organisasi ekstra kampus, yaitu Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi).

Kejadian itu pun direspon negatif oleh Ketua Umum Gerak Misi, Wawan dan sejumlah pengurus lainnya.

Wawan menilai, perbuatan yang dilakukan senior-senior Aas adalah hal yang tidak patut dipertontonkan. Sebab, perbuatan itu bisa menyebabkan seseorang kehilangan nyawa.

“Saya sebagai Ketua Umum Gerak Misi mengecam keras tindakan ini. Pihak kampus harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” pungkasnya.

Wawan mengimbau kepada kepolisian untuk segera mengusut dan mencari pelaku pengeroyokan.

“Tangkap dan adili pelaku pengeroyokan. Ini akan mencoreng nama baik instansi pendidikan ketika dibiarkan,” tegasnya.

Buntut dari kejadian ini, korban dan beberapa anggota Gerak Misi telah melapor ke pihak yang berwajib yaitu Polsek Panakkukang Makassar dan sementara diproses.

Terbitkan Pada: 11 Desember 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami