Diduga, Napi Yang Kabur Dari Lapas Kelas II A Tembilahan, pemilik 11,5 Kg sabu – sabu Yang Tertangkap Di Perairan Pulau Terong, Batam

Nkri Post.Riau | Indragiri Hilir –  Seorang Napi yang melarikan diri dari Lapas Kelas II A Tembilahan, diduga Pelaku pengendali peredaran 11,5 kg narkoba jenis sabu – sabu yang tertangkap pada 26 Agustus 2020 di perairan Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Napi yang berinisial R alias JM (51) tersebut, melarikan diri pada tanggal 27 Agustus 2020.
Sehari setelah Polresta Barelang melakukan penangkapan 11,5 kg sabu – sabu.

Kapolresta Barelang AKBP Yos Guntur mengatakan, peredaran barang haram itu diduga dikendalikan dari balik Lapas kelas II A Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, seperti dikutip dari gatra.

Ketika hendak melakukan pengembangan terkait penangkapan narkoba tersebut, dari pihak Lapas,  dimana dugaan pengendali, menyatakan pengendali telah berhasil kabur dari Lapas tersebut, masih dalam pengejaran.

Diduga pengendali diketahui identitasnya, Napi yakni R alias JM (51) yang merupakan Napi kasus narkoba.

Lanjut AKBP Yos Guntur, anehnya tersangka yang merupakan napi itu berhasil melarikan diri dari balik jeruji Lapas Kabupaten Tembilahan, Provinsi Riau, tanggal 27 Agustus 2020 lalu, tepat pada hari penangkapan  tersangka lain dalam kasus ini.

Loading...

“5 orang pelaku yang berhasil diamankan yakni berinisial B (44) dan S (39) warga Tanjung Balai Karimun, YM (21) dan TS (21) warga Batam, dan JM (23) merupakan warga Tembilahan, Provinsi Siau, ”jelasnya.

Penangkapan awal, dilakukan pada 26 Agustus 2020, di perairan Pulau Terong, Kecamatan Belakang padang, Provinsi Kepulauan Riau.

Polisi berhasil mengamankan tersangka B sedang membawa sabu – sabu dengan barang bukti 11,5 Kg Sabu – sabu dari perbatasan Indonesia-Malaysia.

Loading...

“Barang haram tersebut yang dibungkus dalam kemasan biskuit tersimpan dalam karung beras di atas kapal yang dikemudikan oleh tersangka B, “ungkapnya, Senin (1/9/2020).

Dalam pemeriksaan Kapolresta Barelang, tersangka B mengaku mendapat perintah untuk menjemput pengiriman sabu – sabu di laut perbatasan, dan mengantarkan barang haram tersebut ke Pulau Terong, dengan upah sebesar Rp 6 juta per 1 Kg. Sabu – sabu dari seorang berinisial W yang kini masih buron.

Rencananya barang haram tersebut akan dijemput oleh dua tersangka lainnya yakni YM dan TS yang merupakan warga Batam, untuk kemudian selanjutnya dibawa ke Tembilahan, Kabupaten Inhil, Provinsi Riau, dengan tujuan akhir Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, untuk diedarkan.

“Tim melakukan pengembangan  dalam penangkapan pengiriman sabu – sabu tersebut, untuk menangkap tersangka lainnya, yakni S dan JM di Tembilahan, Riau. Kedua tersangka yang berhasil diamankan ini mengaku diperintah untuk mengambil sabu itu oleh JJ, warga Malaysia yang sekarang juga berstatus DPO,” ucapnya.

Yos menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, diketahui barang haram ini dikirim oleh JJ WNA Malaysia dan dikendalikan oleh seorang napi di lapas Tembilahan, Riau, yaitu R alias JM yang telah melarikan diri setelah diketahuinya, pengiriman barang tersebut tertangkap.

Sementara itu, Satnarkoba Polresta Barelang mengungkapkan bahwa lima pelaku yang telah diamankan tersebut diduga terlibat dalam peredaran narkotika jaringan Internasional.

“Dari tangan ke lima pelaku, polisi menyita barang bukti sabu seberat 11,5 kg, ”ungkapnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan para pelaku, narkotika jenis sabu tersebut, diduga berasal dari Malaysia, yang diseludupkan melalui jalur laut di pesisir Pulau Batam, ”katanya.

Loading...

Sayangnya hingga berita ini ditebitkan, awak media belum bisa mendapatkan keterangan dari pihak Lapas Kelas A II Tembilahan terkait kasus tersebut.

Editor : Jaslan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *