Diduga Akibat Sosialisasi Pilkada, Kades Alas Coret Yohanes Luan dari Penerima BLT

Yohanes Luan

Nkripost, Malaka – Pemberhentian penerimaan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap ke IV oleh kepala desa Alas, Cypryanus Nahak Bau kepada salah seorang warga desa Alas, Kabupaten Malaka NTT atas nama, Yohanes Luan, memunculkan banyak dugaan. Senin, (07/09/20)

Pasalnya di tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi pandemi covid 19, tanpa alasan yang pasti Kades Alas mencoret nama Yohanes Luan dari daftar penerima BLT.

Ditemui awak media Yohanes Luan menyampaikan telah menjadi peserta penerima BLT sejak tahap pertama hingga sampai tahap ke tiga, namun hingga tahap ke empat namanya tidak lagi menjadi peserta Penerima BLT tanpa alasan yang jelas.

“Saya sudah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I-III, namun dalam penyaluran BLT tahap ke IV saya dicoret oleh kepada desa Alas tanpa memberikan alasan maupun berita acara”. Ujar Yohanes Luan.

Lanjut Yohanes menambahkan proses penerimaan tahap I hingga tahap III masih melalui rekening bank BRI, namun hingga tahap ke 4 pencairannya langsung di bagikan oleh kepala desa.

Loading...

“Selama ini saya terima BLT tahap I-III melalui rekening BRI. Tahap ke IV ini bapa desa yang membagikan langsung tidak pake lagi buku rekening dan nama saya di coret oleh bapa Desa” Ungkapnya

Yohanes Juga mengisahkam bahwa, terjadi perdebatan ketika dirinya bersama Ibu kandunganya, Emerensiana Funan melakukan klarifikasi terhadap kepala desa Alas atas namanya yang hilang dari BLT tahap ke Fase IV.

Kades : Pulang tidak tau malu, nama sudah coret juga masih datang saja disini.

Emerensiana : kami tidak malu karena ini uang Negara bukan uang milik peribadi bapa Desa” Ungkapnya mengulangi pernyataan kades Alas

Terakhir Yohanes Luan menegaskan terkait pencoretan namanya dari daftar Penerima blt tanpa alasan yang jelas tersebut, Ia akan menempuh proses hukum.

Loading...

“Masalah ini akan lanjut proses Hukum” Tegas Yohanes.

Merespon tingkah kades Alas tersebut,
Pensiunan Polisi Militer (PM) sekaligus tokoh pemerhati sosial, Lambertus Meo menegaskan, Kalo memang pemeritah desa melakukan hal-hal seperti ini harus ingat juga masyarakat Karena BLT ini adalah rekomendasi dari pusat untuk masyarakat terdampak wabah Covid 19 dan itu adalah uang rakyat.

“Sudah ada sosialisasi kepada masyarakat bahwa terdapat 110 KK pemenerima BLT yang sudah di SKkan. Ada apa sehingga nama Yohanes Luan dihilangkan.” Ketus Lambertus.

Dijelaskannya, Proses pencairan selama tiga tahap tersebut terlaksana tanpa ada persoalan.

“Ditahap I-III sudah berjalan baik, sampai tahap IV ada nama penerima BLT yang hilang begitu saja tanpa ada pemberitahuan dari Pemerintah desa. Apa maksud dari kepala desa itu?” Tegas Lambertus.

Tambahnya, Alasan Bapa desa apa sehingga berhentikan Yohanes Luan dari penerima BLT. Ada apa sehingga mengusir masyarakatnya sendiri pada saat melakukan kelarifikasi terhadap dirinya.

Terakhir Lambertus berharap kejadian ini dapat menjadi perhatian perintah pusat agar bantuan yang telah di programkan oleh Pemerintah tersebut dapat tepat pada sasarannya.

“Harapan kami semoga Pemerintah Pusat bisa menindaklanjuti persoalan ini. Dan segera periksa kades Alas secara hukum” Harapnya.

Loading...

Terpisah, Kepala desa Alas, Cypianus Nahak Bau, menyampaikan bahwa dirinya yang mengurus semua dukumen Yohanes Luan mulai dari KTP dan Kartu keluarga untuk masuk ke BLT.

“Kaitan dengan tupoksi saya sebagai seorang kepala desa, tugas saya adalah membina rakyat sehingga berbuat sesuatu sesuai norma yang ada di wilayah kekuasaan saya” ungkapnya.

Kades menjelaskan, ketika itu belum ada kandidat calon kepala daerah, namun Ia menyampaikan kepada masyarakat untuk memilih Pemimpin yang terbaik.

“Ketika itu saya membicarakan kepada masyarakat saya untuk memilih Pemimpin yang terbaik, malah dia (Yohanea Luan) mempolitisir itu dan sampaikan kepada orang tuanya bahwa saya adalah lawan politik mereka.”Jelas Kades.

Loading...

Ditegaskan Kades, tidak ada tujuan lain, selain mengarahkan warganya agar memilih pemimpin yang sesuai hati nurani, karena ketika sosialisasinya tersebut belum ada kandidat pasangan calon kepala daerah.

“Saya tidak berfikir sampai situ karena waktu itu belom ada figur calon Kepala daerah, akan tetapi saya sebagai Kepala desa mengarahkan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang baik sesuai hati nurani” Ungkapnya.

Tambahnya, pencoretan nama Yohanes dari daftar penerima BLT sebagai pembinaan yang akan kembali di masukkan dalam daftar jika telah mematuhi aturan kepala desa.

“Saya memberhentikan Yohanes dari BLT tujuanya untuk membina. Kalo dia sadar berarti dia masuk kembali ” Ungkap Kepala Desa Alas, Cipryanus Nahak Bau.

Loading...

Terakhir ketika di tanya wartawan terkait ada apa sehingga mentahkan SK penetapan BLT Tanpa membuat SK perubahan dengan SK baru Penerima BLT kades Cipryanus Nahak Bau mengatakan Ia belum membuat secara detail lagi, karena dasarnya adalah musyawarah.

“Untuk menerbitkan sebuah SK dasarnya adalah musyawarah dan memang SK saya belum buat secara detail lagi, karena dasarnya adalah musyawarah, sementara yang ada adalah berita acara melalui musyawarah mufakat” Ungkapnya. (Killer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *