Diduga Ada Pemerasan, Araksi Dukung Kosmas Adukan Oknum Anggota Polres TTS Ke Propam Polda NTT

Alfred Baun,SH

Nkripost, Kupang-NTT – Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi) dibawah pimpinan Alfred Baun,SH siap mendukung tindakan Kosmas Boymau untuk melaporkan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum anggota Polres TTS berpangkat Aipda dengan inisial MK ke Propam Polda NTT.

Dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telefon 23/12/2020, 9:33 Alfred Baun selaku ketua Araksi siap membantu Kosmas membuktikan adanya dugaan pemerasan dalam pengabulan permohonan ijin pinjam pakai 7 truk batu warna yang sempat ditahan Polres TTS.
” Kami dari Araksi siap mendukung pak Kosmas membongkar praktek haram di Mapolres TTS,”jelasnya

Masih lanjutannya bahwa, Dirinya berharap, pihak Propam Polda NTT bisa segera bertindak mendalami dugaan praktek haram tersebut. Jika benar, dirinya berharap pihak Propam Polda NTT bisa memberikan sanksi tegas.
” Dugaan pemerasan ini sekarang sudah menjadi atensi publik. Kita berharap pihak Propam Polda NTT bisa segera bertindak mendalami dugaan ini. Jika terbukti, harus ada sanksi tegas,” ujarnya

Selain itu,Alfred juga menyayangkan respon Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera seperti yang dilansir dari pos kupang saat dikonfirmasi awak media. Jawaban Kasat Reskrim menurutnya melebar dari subtansi persoalan.” Persoalannya ada dugaan pemerasan yang dilakukan oknum anggota Polres TTS, lalu pak kasat menjawab dengan bertanya kapasitas Kosmas dalam Fortuna NTT seperti apa? mempertanyakan apakah Kosmas dirugikan dalam kasus tersebut atau tidak? Inikan tidak pas menurut saya, kalau seorang kasat Reskrim jawab seperti itu,” Pungksnya.

seperti yang dilansir dari pos kupang yang memberitakan sebelumnya, Kanit Pidsus, Polres TTS, Aipda MK akan dilaporkan ke Propam Polda NTT oleh Kosmas Boymau, Ketua biro hukum forum pengusaha batu warna (Fortuna) NTT.

MK diadukan atas dugaan pemerasan terhadap para pengusaha batu warna terkait pelepasan 7 unit truk bermuatan batu warna yang sebelumnya sempat ditahan pihak Polres TTS.

Loading...

MK diduga meminta uang sebesar 100 juta dari pengusaha batu warna dan pemilik truk sebagai imbalan dikabulkannya permohonan ijin pakai 7 truk pengangkut batu warna tersebut.(rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *