Dangkalnya Pelabuhan Kalbut KSOP Kelas IV Panarukan Situbondo Ajukan Ke Komisi V DPR RI Jakarta

Dangkalnya Pelabuhan Kalbut KSOP Kelas IV Panarukan Situbondo Ajukan Ke Komisi V DPR RI Jakarta

Nurhayati, Wakil Ketua Komisi V DPR RI,melakukan peninjauan terhadap pelabuhan Kalbut
Kesyahbandaran, Kamis (15/10/2020).

NKRI POST.COM, SITUBONDO – Adanya pendangkalan Pelabuhan Kalbut
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Panarukan Situbondo mengeluh ke Komisi V DPR RI Jakarta

Akibat pendangkalan kapal besar yang akan bongkar muat tidak dapat bersandar ke dermaga pelabuhan Kalbut Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan Capten Miftahul Hadi menyampaikan di hadapan sejumlah Anggota DPR RI Komisi V yang melakukan peninjauan terhadap pelabuhan, Kamis (15/10/2020).

“Disampaikan bahwa Dermaga di Pelabuhan Kalbut mengalami kedangkalannya sangat tidak memungkinkan untuk kapal besar bersandar di dermaga tersebut, hal ini saya pernah mengukur kedangkalannya hanya 30cm saat surut,” terangnya.

Sedangkan potensi di pelabuhan Kalbut sangat besar. Yakni, setiap hari kamis ada 100-200 sapi datang dari Pulau Madura. Namun, karena kondisi dermaga yang tak memungkinkan maka sapi-sapi itu dilempar ke laut.

Begitu juga potensi tanker dari Pertamina pada tahun 2019 yang mencapai Rp 12,44 milliar. masih belum bisa diatasi keberadaannya

“Apabila Dermaga bisa teratasi sesuai kebutuhan mungkin lebih efisien lagi, pendapatan bisa lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Dalam sambutannya, Ia menceritakan sapi-sapi yang dibawa dari Madura melalui pelabuhan terpaksa harus berenang untuk menuju daratan.

“Ditambahkan, apabila pelabuhan ini bisa dibantu akan bisa memancing daya tarik trayek angkutan ternak dari NTT, NTB, menuju ke Tanjung Perak, sehingga bisa singgah di Situbondo, dan masyarakat bisa menjual sapinya dengan harga lebih tinggi, ” katanya Bupati

Kemudian, Nurhayati, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, mengatakan, pihaknya akan mempelajari dari Kementrian terlebih dahulu, bagaimana bisa membantu pelabuhan disini bisa berfungsi secara normal kembali.” Ucap Nurhayati

Tentu saja Kementrian masih akan mempelajari kondisi ini, sehingga estimasi anggaran yang dibutuhkan pun masih belum diketahui.”(mimit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami