Cegah Penyebaran Covid-19 Di Muara Enim, Kapolda Sumsel Pimpin Operasi Yustisi Gabungan

Kapolda sumsel Irjen.Pol,Prof. Dr Eko Indra Heri, MM

NkriPost, Muara Enim – Guna mencegah penyebaran covid-19 di kabupaten Muara Enim yang semakin meluas, kapolda sumsel didampingi plt bupati Muara Enim, kapolres Muara Enim, dan dandim 0404 Muara Enim melaksanakan operasi yustisi gabungan didepan tugu pahlawan jantung kota Muara Enim, jumat (18/9/20).

Penegakan dan pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) terus dilakukam di kabupaten Muara Enim. Penegakan dilakukan sesuai dengan pergub no 37 tahun 2020 tentang kesehatan covid-19.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, polri, satpol pp, BPBD dan satgas covid-19 serta perwakilan dari dinas kesehatan kabupaten Muara Enim secara kontinyu melakukan operasi yustisi penagakan protokol kesehatan.

Kapolda sumsel Irjen.Pol,Prof. Dr Eko Indra Heri, MM sempat menyaksikan penindakan dilapangan, turut memberikan dukungan kepada petugas dan mengapresiasi plt bupati Muara Enim yang dinilai mampu meminimalisir pelanggaran warga, baik melalui pembagian masker, penyemprotan disinfektan, maupun dalam sosialisasi prokes covid-19.

“Apresiasi dan dukungan, saya berikan kepada plt bupati Muara Enim dalam penegakan protokol kesehatan covid-19 di kabupaten Muara Enim” ujar kapolda sumsel.

Loading...

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra, SH, Sik, MM menambahkan , akan tegas dalam menindak, namun para petugas termasuk polres Muara Enim akan tetap melaksanakan tugas dengan mengutamakan pendekatan yang humanis dan persuasif.

“Dirinya beranggapan kepatuhan masyarakat dalam kesadaran dan rasa takut akan terpaparnya covid-19 merupakan tujuan utama dibandingkan dengan rasa takut dengan sanksi yang diberikan” tegas kapolres Muara Enim.

Sementara itu plt bupati Muara Enim H. Juarsah, SH memastikan bahwa jajarannya dan tim gabungan baik dari TNI maupun dari pihak polri akan menindak tegas bagi para pelanggar, disamping itu juga terus gencar memberikan edukasi bagi masyarakat, terutama dipusat-pusat keramaian.

Loading...

“Sanksi yang diberikan berupa teguran secara lisan, tertulis, pencabutan izin usaha, hingga denda paling banyak 500.000” pungkas plt bupati Muara Enim. (Yg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *