Calon Bupati SBS Diduga Otak di Balik Aksi Lempar Rombongan SN-KT

BAGIKAN :
Calon Bupati (cabup), Stefanus Bria Seran

Nkripost, Malaka – Calon Bupati (cabup), Stefanus Bria Seran alias SBS diduga sebagai otak di balik aksi pelemparan terhadap rombongan pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH berpasangan dengan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT, Senin (12/10/20) sekitar pukul 18. 00 Wita.

Ketua Tim Kuasa Hukum Paslon SN-KT, Melkianus Conterius Seran kepada wartawan, Rabu (14/10/20) mengatakan aksi pelemparan itu tidak terjadi secara kebetulan. Patut diduga, aksi pelemparan itu termasuk tindakan yang terorganisir karena melibatkan lebih dari satu orang.

Dikatakan, patut diduga Cabup SBS berada di balik kasus tersebut. Karena, dia (red, SBS) berada di lokasi kejadian saat peristiwa itu terjadi berulangkali. SBS tidak menggubris ketika aksi pelemparan pertama terjadi dan menimpa mobil pick up yang dikemudikan Ope dan diketahui sejumlah awak media yang menumpang mobil kedua.

Demikian pun, aksi lempar kedua terjadi dan menimpa sekelompok perempuan yang menumpang truk berwarna hijau saat pulang dari lokasi kampanye Paslon SN-KT di Desa Weseben Kecamatan Wewiku. Peristiwa itu pun tidak digubris SBS dan menyebabkan luka-luka yang dialami sedikitnya empat perempuan yang disebut SIS SN-KT.

Alasan lain, kata Melkianus peristiwa itu terjadi bukan di hutan akan tetapi di rumah kediaman SBS yang beralamat di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka yang disebut-sebut sebagai Sekretariat Tim Pemenangan Paslon SBS-WT.

Dugaan keterlibatan SBS ini, menurut Melkianus diperoleh dari hasil penelusuran terhadap keterangan para saksi yang sudah disampaikan kepada penyidik Polres Malaka dan sejumlah informasi yang tersebar luas di publik dari sajian berita-berita di media massa selama ini.

Selain itu, adanya dugaan keterlibatan SBS itu dicermati berdasarkan teori delik penyertaan tindak pidana sebagaimana tercantum dalam pasal 55 dan 56 KUHP. Disebutkan, terdapat lima komponen yang menyatakan suatu tindak pidana tergolong tindakan yang terorganisir yakni orang yang melakukan, menyuruh, turut melakukan, yang membantu perbuatan dan otak di balik peristiwa.

Selanjutnya, pihaknya meminta penyidik agar segera memeriksa SBS karena berada di lokasi kejadian saat aksi lempar terjadi dan Tim Pemenangan SBS-WT sehubungan dengan rumah kediaman SBS itu disebut-sebut sebagai Sekretariat Tim Pemenangan SBS-WT saat ini.

SBS yang dikonfirmasi wartawan yang mengetahui aksi lempar tersebut, Senin (12/10/20) malam belum memberi komentar sebagaimana yang sudah dilansir media selama ini. Hingga berita ini diturunkan, SBS belum memberi tanggapan sehubungan dengan hak jawab untuk ditulis dan diketahui publik. (tim)

Publikasi : 14 Oktober 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami