BREAKING NEWS, Eks Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara

BREAKING NEWS, Eks Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara

23 Agustus 2021 0 By Tim Redaksi

MANTAN Menteri Sosial Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara.

Ia dinilai terbukti menerima suap terkait dengan bantuan sosial (bansos) COVID-19 dari para penyedia bansos sembako di Jabodetabek.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah,” kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis membacakan vonis Juliari Batubara di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/8/2021).

Loading...

Hakim meyakini Juliari Batubara terbukti menerima suap melalui dua anak buahnya, yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Menurut hakim, Juliari Batubara memerintahkan anak buahnya untuk memungut Rp 10 ribu per paket bansos yang digarap para vendor.

“Perintah memungut fee ialah dari Terdakwa,” kata hakim.

Juliari Batubara dkk dinilai terbukti menerima fee dari para vendor bansos.

Yakni sebesar Rp 1,280 miliar dari Harry van Sidabukke, sebesar Rp 1,950 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja, serta sebesar Rp 29,252 miliar dari sejumlah vendor bansos lainnya.

Total dari suap itu sebesar Rp 32.482.000.000.

Dari total uang tersebut, sebanyak Rp 9,7 miliar di antaranya sudah diberikan kepada Juliari Batubara.

Uang diserahkan secara bertahap oleh Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso melalui Eko Budi Santoso (ajudan Juliari), Kukuh Ary Wibowo (Tim Teknis Juliari), dan Selvy Nurbaiti (sekretaris pribadi Juliari).

Meski suap diterima melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, tapi hakim meyakini hal itu berdasarkan perintah dari Juliari Batubara.

Suap diyakini sebagai fee Juliari Batubara dan anak buahnya karena menunjuk para vendor sebagai penyedia bansos sembako untuk penanganan pandemi COVID-19.

Padahal, sejumlah vendor dinilai tidak layak menjadi penyedia bansos.

Juliari Batubara dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain dihukum penjara, Juliari Batubara juga divonis membayar denda sebesar Rp 500 juta.

Hukuman itu bisa diganti kurungan selama 6 bulan.

Tak hanya itu, Juliari Batubara juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 14.597.450.000. Uang dihitung sebagai fee total yang diterima Juliari Batubara sebesar Rp 15.106.250.000 dikurangi uang yang sudah dikembalikan ke KPK sebesar Rp 508.800.000.

Bila uang pengganti itu tidak dibayarkan selama 1 bulan setelah vonis memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya milik Juliari Batubara bisa disita oleh jaksa untuk dilelang guna menutupi kekurangan tersebut. Namun bila aset tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara selama 2 tahun.

Hakim pun dalam vonisnya mencabut hak politik Juliari Batubara.

Hak politik politikus PDIP itu selama 4 tahun setelah hukuman pokok dijalani.

Profil Juliari Batubara

Juliari Peter Batubara lahir di Jakarta pada tanggal 22 Juli 1972.

Pria yang akrab disapa Ari ini merupakan anak tertua di keluarganya.

Sejak remaja, ia sudah diarahkan oleh sang ayah untuk bisa meneruskan bisnis milik keluarga.

Meskipun demikian, Juliari mengaku tidak mendapatkan perlakuan istimewa dan memulai semuanya itu dari bawah.

“Awalnya saya diajak untuk membesarkan perusahaan keluarga. Tapi saya mulai dari jenjang bawahlah,” katanya dikutip dari jpbatubara.com.

Loading...

Diketahui, istri Juliari bernama Grace Claudia Pieters.

Pendidikan

Juliari dalam urusan pendidikan juga tidak main-main.

Ia diketahui telah menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Setelah lulus dari SMA pada 1991, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Ia mengenyam bangku kuliah di Riverside City College dan kembali melanjutkannya di Chapman University, California.

Setelah lulus tahun 1997, Juliari langsung kembali ke Tanah Air dan mulai masuk ke perusahaan sang ayah pada 1998.

Berikut rincian daftar riwayat pendidikan Juliari yang dikutip dari kemsos.go.id:

  • 1979 – 1985, SD St. Fransiscus Asisi – Tebet, Jakarta Selatan
  • 1985 – 1988, SMP St. Fransiscus Asisi – Tebet, Jakarta Selatan
  • 1988 – 1991, SMA Negeri 8 Jakarta – Tebet, Jakarta Selatan
  • 1991 – 1995, Riverside City College, Riverside, California, USA
  • 1995 – 1997, Chapman University, Orange, California, USA
  • (MBA in Business Administration with minor in Finance)
  • 2005 – 2006, Program Studi Ilmu Manajemen Pasca Sarjana Universitas Indonesia & Harvard University Business School
  • Kuliah Jarak Jauh “Microeconomics of Competitiveness”.

Karier

Juliari mulai menapaki dunia kerja pada 1998.

Kala itu ia meniti karier diperusahaan milik sang ayah dengan gaji hanya sekitar Rp 1 juta.

Kendati demikian, Juliari banyak belajar tentang penerapan manajemen perusahaan di kehidupan nyata setelah puas menimba ilmu di bangku kuliah.

Juliari dipercaya sang ayah untuk memimpin perusahaan yang memproduksi pelumas itu mulai 2003.

Sebagai perusahaan swasta pertama dan terbesar yang memproduksi pelumas, Juliari diketahui menorehkan prestasi tersendiri dari segi bisnis dan perusahaan.

Berikut rincian perjalanan karier Juliari yang dikutip dari kemsos.go.id dan jpbatubara.com.

  • 1998-2000, Marketing Supervisor & Business Development Manager, PT Wiraswasta Gemilang Indonesia
  • 2000–2003, Commercial Division Head, PT Wiraswasta Gemilang Indonesia
  • 2003–2012, Direktur Utama PT Wiraswasta Gemilang Indonesia
  • 2003–2019, Komisaris Utama PT Arlinto Perkasa Buana
  • 2005–2019, Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri
  • 2014–2019, Anggota DPR Republik Indonesia
  • 2016–2019, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen
  • 2019, Wakil Ketua Komisi IX DPR Republik Indonesia
  • 2019–sekarang, Menteri Sosial Republik Indonesia

Perjalanan di dunia politik

Juliari mulai terlibat politik praktis saat menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan tahun 2003 dan 2008.

Kemudian pada 2010, ia akhirnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan hingga sekarang.

Berikut rincian perjalanan organisasi Juliari yang dikutip dari kemsos.go.id:

  • 1986–1987, Pengurus Osis SMP Asisi Tebet, Jakarta Selatan
  • 1989–1990, Pengurus Osis SMAN 8, Tebet, Jakarta Selatan
  • 2002–2004, Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia)
  • 2003–2011, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI)
  • 2003–2019, Ketua Yayasan Pendidikan Menengah 17 Agustus 1945
  • 2003, Anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan
  • 2007–2011, Ketua Biro Promosi & Pemasaran KONI Pusat (Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat)
  • 2007–2012, Ketua Harian Aspelindo (Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia)
  • 2008, Anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan
  • 2008–2012, Anggota Dewan Penasehat Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI)
  • 2009-2010, Wakil Ketua Komite Tetap Akses Informasi Peluang Bisnis – Bidang UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah & Koperasi) KADIN Indonesia.
  • 2010–sekarang, Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan.

(NKRIPOST/Kumparan)