Berhubungan Intim di WC Masjid, Desahan Gadis 13 Tahun ini Terdengar Hingga Keluar

Berhubungan Intim di WC Masjid, Desahan Gadis 13 Tahun ini Terdengar Hingga Keluar

29 Agustus 2022 0 By Tim Redaksi

KECIL-KECIL tapi kelakuannya sudah profesional, pasangan kekasih yang masih belia ini membuat geleng-geleng kepala.

Bagaimana tidak, seorang gadis 13 tahun berinisial Nn nekat berhubungan intim dengan pacarnya yang masih berinisial Ch (15).

Kali ini, pasangan mesum asal Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah ini berhubungan intim di kamar mandi Masjid Najla As-Sadiri, Tempursari, Kecamatan Sambi, Sabtu (27/8/2022).

Bak dunia milik mereka berdua, Ch dan Nn tampak peduli hingga suara desahan mereka terdengar hingga keluar.

Parahnya lagi, perbuatan zina itu mereka lakukan di saat memasuki shalat ashar.

Kelakuan Ch dan Nn ini harus menjadi pelajaran bagi para oragtua untuk memperketat pengawasan pergaulan anak-anaknya.

Kelakuan Ch dan Nn terbongkar ketika gharim masjid yang bernama Irul hendak berwudhu untuk mengumandangkan azan ashar.

Namun saat tiba tempat wudhu, ia dikagetkan dengan suara desahan wanita dari dalam kamar mandi.

Suara itu pun semakin terdengar keras saat dia semakin mendekati kamar mandi tersebut.

Kecurigaannya semakin besar, setelah ada sepeda motor yang terparkir di halaman masjid.

Tanpa pikir panjang, Irul langsung menggedor-gedor pintu kamar mandi.

Dua orang yang ada di dalam kamar mandi yang tak langsung keluar membuka pintu mengharuskannya untuk mendobraknya pintu kamar mandi.

Alangkah kagetnya Irul melihat Ch dan Nn dalam kondisi tanpa busana.

Irul pun langsung menyita pakaian kedua sejoli belia tersebut.

“Pakaiannya langsung saya ambil.

Hanya pakaian dalamnya saja yang saya tinggal,” ujarnya, kepada TribunSolo.com, Minggu (28/8/2022).

Dengan membawa pakaian milik kedua remaja itu, dia kemudian melaporkan kejadian itu ke ketua takmir masjid, H. Lugimanto.

“Saya sengaja mengambil pakaiannya supaya tidak melarikan diri. Karena saya saat itu sendirian.

Saya tidak beri tahu warga lain agar tidak dimassa. Kasihan masih anak-anak,” ujarnya.

Lugimanto yang tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan langsung menghubungi Polsek Sambi.

Kedua remaja itu pun dibawa ke Polsek Sambi untuk diamankan.

“Kasihan masih anak-anak, yang perempuan itu masih SMP, umur 13 tahun, sedangkan yang cowoknya itu SMK kelas 1 (X) umurnya 15,” katanya.

Kapolsek Sambi, Iptu Sutriman kemudian meminta keduanya untuk menghubungi orang tuanya masing -masing.

Hingga malam hari, kedua orang tua remaja itu akhirnya datang.

Tak lupa, pihaknya juga mendatangkan takmir masjid lokasi keduanya berbuat asusila.

“Kemudian kami lakukan mediasi terhadap ketiga belah pihak. Yakni orang tua CH, orang tua NN dan pengurus masjid,” jelasnya, Minggu (28/8/2022).

Mediasi terhadap ketiga belah pihak berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan bersama.

“Dari pengurus masjid, karena ini (dua sejoli) masih dibawah umur maka masih dalam tanggung jawab orang tuanya masing-masing,” katanya.

Selain itu, dalam kesepakatan bersama yang telah disepakati tiga belah pihak ini juga mengharuskan kedua remaja itu wajib lapor seminggu sekali ke Polsek Sambi.

“Selain pembinaan oleh orang tua, wajib lapor ini juga sebagai bentuk pembinaan kami,” pungkasnya.

Sebenarnya, oragtua Nn bisa saja melaporkan Ch dengan tuduhan persetubuhan anak di abwah umur.

Meski di bawah umur juga, Ch bisa dipidana. Namun hukumannya di bawah hukuman orang dewasa.

(NKRIPOSTl/TRIBUNPEKANBARU.COM)