Berbuat Hal Memalukan, ASN Cantik Ini Divonis 8 Tahun Penjara

TERDAKWA kasus barang haram yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Nunukan, Kalimantan Utara, atas nama Dessy Risandi divonis 8 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Nunukan, Rabu (22/9/2021) siang.

Sidang vonis yang digelar secara virtual dan dipimpin oleh Ketua Mejelis Hakim, Herdianto menjatuhkan vonis 8 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar dan subsider 2 bulan penjara.

Sebelumnya, Dessy Risandi (32) berhasil dibekuk Sat Resnarkoba Polres Nunukan pada 11 Februari 2021, sekira pukul 14.30 Wita di Pelabuhan Fery, Sei Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Ibu anak tiga itu ketahuan Polisi membawa satu bungkus plastik transparan ukuran sedang yang berisi sabu dengan berat bruto 46,41 gram.

Setelah menjalani serangkaian persidangan di Pengadilan Negeri Nunukan, Dessy akhirnya divonis 8 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar dan subsider 2 bulan penjara.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nunukan, Bonar Satrio Wicaksono, vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada terpidana Dessy justru lebih ringan dibanding tuntutan jaksa kepadanya selama 9 tahun penjara, denda Rp1 miliar serta subsider 6 bulan penjara.

Loading...

“Terkait vonis yang diberikan majelis hakim tadi, kami mengambil sikap untuk pikir-pikir dulu sambil menunggu perintah pimpinan,” kata Bonar Satrio Wicaksono kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, pukul 19.00 Wita.

Bonar beberkan hal yang memberatkan terpidana Dessy yakni perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan Narkotika.

Sedangkan, hal yang meringankan Dessy yaitu terpidana berlaku sopan selama persidangan, bahkan dia mengakui terus terang dan menyesali perbuatannya.

Loading...

Selebihnya, terpidana Dessy belum pernah dihukum sebelumnya.

Kasus Dessy juga melibatkan dua anggota Polisi yang bertugas di Mapolsek Lumbis, yakni Brigadir Polisi Eko Bagus Prasetyo (32) dan Briptu Edwin Walfaizun Nasution (26).

Dalam persidangan Selasa (10/08), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nunukan, yang dipimpin oleh Herdiyanto Sutantyo, menjatuhkan vonis 7 tahun 6 bulan penjara subsidair Rp1 miliar atau pengganti 2 bulan kurungan, kepada keduanya.

JPU menyatakan Dessy terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tak hanya itu, barang bukti yang dimintai JPU untuk dimusnahkan yakni 1 bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 46,41 gram, 1 buah tas selempang warna biru, 1 buah plastik warna hitam, 1 buah plastik warna transparan, 1 unit handphone warna biru metalik, 1 unit handphone warna putih, 1 buah kartu ATM BRI, serta buku tabungan Bank BRI.

Selain itu, barang bukti lain berupa satu unit sepeda motor warna abu dengan Nomor Polisi KU 2188 DC dan uang tunai sebesar Rp10 juta dirampas untuk Negara.

Dalam persidangan, Dessy mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria bernama Ilham di Pelabuhan Jeti Tawau, Malaysia pada hari Kamis, (11/02).

Dari pengakuan Dessy, ia mengambil barang tersebut, kemudian akan diserahkan pada orang yang akan mencoba keaslian sabu tersebut.

Loading...

Namun, karena orang yang dimaksud tidak kunjung tiba, akhirnya sabu tersebut dijual kepada oknum Polisi di Polsek Lumbis bernama Brigadir Polisi Eko Bagus Prasetyo.

Fakta persidangan juga membuktikan bahwa Eko sudah memesan barang yang diduga sabu kepada Dessy sebanyak tiga kali.

Pesanan pertama sekira bulan Agustus 2020, yang kedua pada bulan November 2020 dan yang ketiga pada Jumat tanggal 5 Februari 2021.

Dessy nekat melakukan itu, lantaran terlilit hutang. Mengenai jaringan sabu hingga ke negeri jiran, Malaysia itu, ia disuruh oleh mantan suaminya bernama Riswan, dari dalam Lapas Tarakan.

Loading...

Sekadar diketahui, Riswan (37) merupakan narapidana narkotika jenis sabu yang telah divonis oleh Majelis Hakim selama 14 tahun kurungan. Dan saat ini barada dalam Lapas Tarakan.

Riswan dipindahkan dari Lapas Nunukan ke Lapas Tarakan pada 04 Desember 2020.


(NKRIPOST/Tribunnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *