Belasan Ormas Babel Ingatkan Jasa Pahlawan 12 Babel, Salah Satu Warga Kritik Kakesbangpol Pangkalpinang

BAGIKAN :

NKRIPOST, PANGKALPINANG – Demi mengenang jasa perjuangan para Pahlawan demi membela Kemerdekaan Republik Indonesia dari para penjajahan pada masa lalu khususnya perjuangan Pahlawan 12, bertempat di pusat kota tepatnya di Taman Wilhelmina Jalan Merdeka Kelurahan Batin Tikal Kota Pangkalpinang sekitar pukul 20.00 Wib hingga usai, Jum’at malam (14/02/2020) diadakan kegiatan pagelaran doa bersama,selayang pandang serta baca puisi dalam rangka memperingati hari gugurnya Pahlawan 12 pada tanggal 14 Pebruari 1946 dilaksanakan oleh Panitia Bersama seluruh ormas yang tergabung khususnya yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung para undangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, seluruh ormas yang tergabung, serta para petinggi TNI, Polri, serta Forkompida diantaranya, Plh Kasdim 0413/Bka ( Mayor Inf Ferdinand ),Kasat Binmas Polresta (Akp Wendi Indra Yudha,PG,SH), Kakesbangpol kota Pangkalpinang (Anggo Rudi),Kasi Pidum Kajari Pangkalpinang (Irwansyah),Sejarawan Babel (Iksan Mokaginta),Ketua Laskar Merah Putih (Ferry Irwan),Ketua Karang Tarunan (Aditya ),Ketua FKPPI Kota Pangkalpinang (Syaiful Huri ),Ketua Komunitas Literasi Babel (Fery Komeng),Ketua Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang (Fahrizan),Ketua KBPP Polri Kota Pangkalpinang (Wenki),Ketua Ijabi Babel (Reviardi),Ketua PPM Kota Pangkalpinang (Rikky Permana),Ketua LPKPK ( Arief Hidayatullah),Ketua PDKP Babel (Ibrohim, SH) serta para undangan dan masyarakat Babel.

Terlaksananya kegiatan tersebut atas kerjasama dan rasa perjuangan bersama disusun dalam struktur panitia bersama dari berbagai ormas yang ada di Babel yaitu LPKPK,KBPP Polri,Ijabi Babel, FKPPI, Laskar Merah Putih,Pemuda Pancasila,PPM,Laskar Anti Korupsi Pejuang 45, Koalisi Rakyat Penambang Babel,Gapura Babel,Bedepeng,Karang Taruna Kota Pangkalpinang,KNPI Kota Pangkalpinang dan Ali Babel.

Dalam penuturan yang disampaikan Eka Putra selaku Ketua Panitia Pelaksana kepada awak media disela-sela kegiatan tersebut, kegiatan yang dilaksanakan ini berawal dari obrolan ringan di warung kopi untuk memperingati hari gugurnya Pahlawan 12, hingga timbul ide untuk melaksanakan dan membentuk
kepanitiaan bersama yang di ikuti sebanyak 16 organisasi masyarakat yang tergabung didalamnya.

“Kami selaku panitia pelaksana dalam hal ini sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi kawan-kawan semua hingga bisa terlaksana dengan baik giat ini, serta kami memohon maaf atas kekurangan dalam pelaksanaan acara ini. Kami juga berharap kedepan nantinya kegiatan ini bisa dilakukan dan dilaksanakan diseluruh sekolah-sekolah yang ada di Babel, mereka bisa mengenang perjuang para pahlawan dan juga memajang foto pahlawan daerah yang kita banggakan, serta kami juga berharap setiap tanggal 14 Perbruari selalu dilaksanakan acara seperti ini demi menumbuhkan semangat Patriotisme Generasi Muda yang ada di Kota Pangkalpinang khususnya di Propinsi Babel agar mereka semua bisa mengenang perjuangan para pahlawan tersebut atas jasa mereka”, singgungnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Erwin selaku bendahara panitia pelaksana menuturkan bahwa sangat puas dengan acara yang terselenggara tersebut, Soliditas panitia bersama, antusias pembaca puisi dan lebih 200 warga yang hadir.

“Semoga peringatan hari gugurnya pahlawan 12 menjadi semangat bagi kita untuk lebih mengabdi terhadap negeri Serumpun Sebalai”, harapnya.

Salah satu pemerhati dan sejarawan Babel, Iksan Mokaginta menyampaikan sepenggalan selayang pandang tentang sejarah Pahlawan 12.

Menurut sepenggalan cerita Iksan, peristiwa heroik yang di jalani 12 pahlawan asal Bangka itu terjadi pada 14 Februari 1946, ketika tentara sekutu yang diboncengi pemerintah Hindia Belanda (Netherland Indies Civil Administration/NICA) akan memasuki Pulau Bangka.

Tepatnya pada 14 Februari 1946, pasukan TRI Belinyu dan TRI Pangkalpinang yang dibantu warga berusaha mencegat pasukan sekutu yang berlabuh di Muntok, Bangka Barat menuju Kota Pangkalpinang.

Pada waktu itu, pasukan sekutu dan NICA tersebut awalnya dicegat TRI Belinyu di kawasan Puding, Bangka Barat. Kemudian, datang pasukan TRI Pangkalpinang untuk membantu sehingga dilakukan pencegatan kembali di KM 16 Pangkalpinang Bangka.

Waktu itu, TRI Belinyu dan TRI Pangkalpiang mundur untuk melakukan pencegatan lanjutan di sekitar Bukit Maandil KM 12, Kampung Petaling.Di lokasi tersebut, terjadi pertempuran sengit antara TRI Belinyu dan TRI Pangkalpinang melawan pasukan sekutu dan NICA hingga menjelang siang hari, sekitar pukul 12 siang, gugurlah 12 kesuma bangsa yang kini dikenal dengan Pahlawan 12. Pertempuran itu juga terjadi pada 12 Rabiul Awal.

Sementara Beni salah satu warga yang hadir dari Bangka Selatan saat ditemui awak media malah menyatakan kekecewaannya terhadap Kepala Kesbangpol Pangkalpinang, Anggo Rudi yang mengedepankan kritikan kepada pihak panitia ketimbang apresiasi dalam kegiatan bersama tersebut.

“Acara seperti ini kan luar biasa bisa dilaksanakan oleh kekompakan banyak organisasi, tapi kok kepala kesbangpol kota, bukannya mendukung malah mengkritisi hal yang tidak penting seperti desain spanduk dan ucapan yang ia anggap salah oleh MC. kami ingin tau dan menghargai jasa para pahlawan 12 melalui doa bersama yang diadakan malam ini, makanya kami bela-belain jalan motor pulang pergi”,tegas Beni dengan wajah sesal, hingga berita ini diterbitkan awak media belum bisa menghubungi Kakesbangpol Pangkalpinang.(Sumarwan)

Publikasi : 15 Februari 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami