Bawang Merah Program RPM dikorupsi dan Rugikan APBD Malaka 4,9 M

BAGIKAN :

Malaka, NKRIPOST – Setelah diperiksa intensif oleh penyidik Polda NTT, tiga tersangka kasus pengadaan benih  Bawang Merah pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan perkebunan Kabupaten Malaka, NTT, langsung ditahan, Jumat (06/3/2020).

Hasil panen Bawang Merah RPM Kabupaten Malaka.

Tiga tersangka tersebut yakni, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak selaku pengguna anggaran (PA) serta dua tersangka dari pihak swasta yakni Severinus Devrikandus Siribein dan Egidius Prima Mapamoda.

Ketiganya diperiksa penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda NTT sejak pukul 08.00 wita hingga pukul 13.00 wita. 

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Herry Tri Maryadi mengatakan ketiga tersangka akan ditahan selama 20 hari dan dititipkan di ruang tahanan Polres Kupang Kota. 

“Ketiganya langsung ditahan,” ujarnya. 

Sebelum ditahan, ketiga tersangka dibawa ke RSB Drs Titus Uly Kupang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Terpisah, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran ketika dimintai tanggapan mengenai kasus korupsi yang menyeret Kepala Dinas Pertanian Malaka, dirinya mempercayakan semuanya kepada Aparat Penegak Hukum untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional.

” Kejahatan itu dibuat karena dua hal yakni melanggar aturan dan ada niat. Kita yang lain itu tidak usah presure dan intervensi karena Polisi, Jaksa dan KPK itu adalah aparat penegak hukum yang sangat profesional untuk mengurus mereka-mereka yang diduga melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian negara,” ujar Bupati Stef, saat dimintai tanggapannya terkait kasus Korupsi Bawang Merah RPM.

Bupati Malaka dalam suatu kesempatan pernah memberikan pernyataan tegas bahwa Kabupaten Malaka tidak ada Korupsi. Hal ini dipertegas lagi saat acara serah terima Kapolres Malaka, AKBP Alberth Neno di pantai Motadikin.

Bupati pencetus program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) ini di hadapan Kapolres Albertus menyatakan, pihaknya berupaya membangun mitra yang baik dengan Polisi agar mencegah terjadinya kasus korupsi.

“Tidak ada tempat bagi yang makan uang rakyat,” tegas Bupati Stefanus.

Informasi data yang berhasil dihimpun NKRIPOST.com, dugaan korupsi pengadaan Bawang Merah RPM ini sebesar Rp 4.915.925.000.
Nilai kerugian ini berdasarkan laporan audit Kerugian Negara BPKP Perwakilan Provinsi NTT Nomor: SR-1455/PW24/2019, tanggal 25 November 2019.

Informasi terbaru, jumlah tersangka yang ditahan bertambah lagi menjadi 8 orang dengan sebelumnya ditahan 3 orang.Mereka adalah Yosep Klau Berek (Kepala Bidang Holtikultura Distanak Kabupaten Malaka), selaku Pejabat Pembuat Komitmen, Agustinus Klau Atok (ASN selaku Ketua Pokja ULP), Karolus Antonius Berek (ASN selaku skretaris Pokja ULP), dan Martinus Bere (ASN, Kabag ULP Kabupaten Malaka Tahun 2018), Simeon Benu ( Swasta /Direktur Utama CV. Timindo ).

Mereka dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Polres Kupang Kota selama 20 hari.

Terkait kasus ini juga, Pimpinan Agama Katolik Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku,Pr akhirnya angkat bicara mendukung penuh segala macam pelanggaran atas dugaan korupsi oleh oknum – oknum tersebut di atas.

” Saya mendukung program RPM bukan oknum yang melakukan pelanggaran. Siapa yang melanggar, harus dibawa ke ranah hukum. Bahkan Gereja, atas tuntutan moral dan iman, harus angkat bicara demi terciptanya keadilan di tengah masyarakat.
Tapi berbicara tentang kasus hukum, harus didasari pada data yang valid,” kata Uskup Atambua yang wilayahnya meliputi 3 Kabupaten di daratan Timor, Belu, TTU dan Malaka. ( Chiren Morgan )

Publikasi : 13 Maret 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami