Bantuan Numpuk di Rujab Gubernur, AYP Sarankan Libatkan TNI-Polri dalam Pendistribusian

Andi Yuslim Patawari alias AYP.

MAKASSAR, NKRIPOST.COM – Bantuan logistik dari berbagai kalangan menumpuk di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan. Sumbangan tersebut diperuntukan bagi warga yang terdampak Covid-19 atau virus Corona.

Hal itu diperkirakan karena kurangnya perhatian dan kordinasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dengan pihak lain dalam mendistribusikan bantuan tersebut.

Loading...

Melihat kondisi tersebut, Dewan Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Gerak Indonesia (YGBI), Andi Yuslim Patawari meminta agar bantuan Covid-19 dari berbagai pihak melalui Pemprov Sulsel segera disalurkan supaya tak menumpuk.

AYP akronim namanya menyarankan agar Pemprov atau PKK tak mencampuri soal pembagian atau pendistribusian bantuan, khususnya sembako.

Ia menilai yang paling tepat mengurusi pendistribusian sembako atau bantuan ke warga yang terdampak Covid-19 adalah pihak TNI-Polri, tapi tentu didukung oleh data valid.

“Mungkin pihak yang paling tepat untuk mengurusi pendistribusian logistik/sembako dalam rangka PSBB adalah TNI/Polri. Dengan dukungan data dari berbagai pihak yang berkompeten,” kata AYP dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, langkah ini akan lebih bisa dijamin netralitas dan ketepatan sasaran untuk penerimaan bantuan tersebut. Terlebih tidak menjadi kecurigaan publik terkait kepentingan politik.

“Agar tidak menjadi kecurigaan penyaluran bantuan ditunggangi kepentingan politik,” jelasnya.

Loading...

AYP mengatakan, jikalau ada pihak yang lain menyalurkan bantuan silahkan saja agar tepat sasaran. Maka lakukan koordinasi yang baik terlebih melalui posko induk.

“Masyarakat yang memberi bantuan langsung silahkan saja tapi ada baiknya agar dilaporkan ke Posko induk,” tuturnya.

Mantan Ketua DPP KNPI ini pun mengkhawatirkan, jangan sampai ada bantuan yang berlebihan di satu tempat namun tempat lain tidak tersentuh.

“Karena kelemahan kita sampai hari ini belum ada data yang akurat tentang yang layak menerima bantuan. Kondisi saat ini bisa saja golongan menengah tapi tidak sanggup beli sembako tetap layak diberi selama tersedia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *