Bank Indonesia dan Pemkab Banyumas Perkuat Digitalisasi Transaksi dengan QRIS

Bank Indonesia dan Pemkab Banyumas Perkuat Digitalisasi Transaksi dengan QRIS

Nkripost, Purwokerto – Bank Indonesia mengadakan peresmian digitalisasi transaksi pembayaran Kabupaten Banyumas menggunakan QRIS (Quick Respons Code Indonesia Standard) di Pendopo Si Panji, Rabu (09/08/2020). Acara tersebut di hadiri oleh Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein.

Peresmian digitalisasi transaksi menggunakan QRIS ini memiliki tujuan untuk membantu transaksi pembayaran Kabupaten Banyumas pada Pasar Rakyat dan Sektor Pariwisata. Pada kesempatan ini, BI dan Pemkab memulai implementasi QRIS Pasar Manis dan Wisata Baturraden.

Kepala kantor Perwakilan BI Purwokerto, Samsun Hadi mengatakan, perkembangan teknologi sangat cepat, penetrasi HP Indonesia di Asean nomor 2 dari Singapore, bisa dikatakan mayoritas masyarakat sudah memiliki smartphone. Dengan begitu, Fintek atau finansial teknologi mudah menguasai digital pada zaman sekarang. Sekarang semua serba mudah, dalam fintek semua transaksi uang bisa melalui digital. Adanya QRIS ini pula akan menambah kemudahan masyarakat dalam pembayaran digital.

“QRIS ini sudah bisa dibaca semua dompet digital. Dahulu kan satu applikasi menggunakan satu kode QR. Dengan QRIS ini, hanya butuh satu kode QR” jelasnya.

Baca Juga: Wakil Bupati Drs Sadewo Tri Lastiono Resmikan PKBM Ajibarang Banyumas

Di Banyumas sudah ada 32 ribu merchant yang sudah menggunakan QRIS, termasuk pula tempat ibadah. Untuk tempat ibadah, sekarang jamaah dapat sedekah dengan cashless. Di sektor lain terdapat sektor wisata, sektor kesehatan, dan sektor perdagangan.

Loading...

“QRIS ini tentunya akan membantu pula pemerintah daerah, yaitu mendorong optimalisasi pendapatan di Banyumas. QRIS juga dapat membantu percepatan dan perluasan digitalisasi” tambah Samsun Hadi.

Sementara itu, Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein menyampaikan, bahwa QRIS ini dapat mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi sekarang, yaitu Covid-19. Penyebaran virus Covid-19 di pasar disebabkan oleh perputaran uang yang dibawa pedagang, agen dan pembeli. Jika nantinya mayoritas sudah menggunakan QRIS bisa menjadi aturan untuk pasar agar menggunakan cashless.

Seluruh pariwisata di Banyumas juga telah menggunakan cashless. Bupati menekankan tidak boleh ada satu toleransi pun untuk membayar cash pada tempat wisata yang berada di bawah naungan Pemda.

Loading...

Di akhir acara, Bupati Banyumas menyapa pedagang Pasar Manis dan staff pengelola wisata Baturraden. Bupati memberi pesan perlu adanya sosialisasi untuk mengoptimalkan QRIS ini. Dan kita harus mencari tahu benefit yang akan didapat jika menggunakan cashless untuk pembayaran.

“Masyarakat pasti akan mau jika mengetahui keuntungan dan kemudahannya. Sosialisasi memang harus terus dilakukan untuk masyarakat. Namun memang kedua belah pihak harus saling bekerjasama dengan baik. Masyarakat harus belajar menggunakan cashless, harus memahami apa saja keuntungan menggunakan cashless. Disamping itu saya sudah meminta pihak BI dan dinas agar ada bonus atau undian untuk masyarakat yang memanfaatkan QRIS ini. Jadi program ini tidak hanya dilaunching saja, namun akan terus berkelanjutan” ungkapnya.

Sbr Raihan T
NKRI POST JATENG ( H SABAR )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *