Banjir Takari Menelan 2 Jiwa dan 70 Rumah, Ali Taufiq: Pak Presiden Bantu Kami Alat Tulis Dan Baju Sholat

Video Ungkapan Anak-Anak Korban Banjir Takari Minta Presiden Jokowi Bantuan Alat Tulis Hingga Baju Sholat

NKRIPOST, NTT – Banjir Kabupaten Kupang Kecamatan Takari Kelurahan Takari Memakan korban Jiwa 2 orang dan 70 rumah masyarakat pada Minggu, 04/04/2021. Hal ini disampaikan oleh David Lie pada Selasa, 06/04/2021 Sore saat media ini memantau lokasi kejadian ini.

Menurut David Lie, air setinggi 20 meter dari dasar kali, kalau di permukaan jalan setinggi 6 meter ” pokoknya air tutup rumah pak, jadi kami semua lari dan mengungsi di gunung”. Kami sendiri berjuang sudah 2 hari untuk mencari korban jiwa yang belum ditemukan itu, kami sangat berharap untuk semua pihak bisa memberikan perhatian dan membantu mencari korban jiwa yang belum temukan itu. Jelas David.

Pantauan media ini, rumah-rumah terbawa arus, yang tinggal hanya formasi rumah saja, masih menurut David, surat-surat motor dibawa banjir. Harap masyarakat, Pemerintah bisa memudahkan dalam proses pengurusan surat-surat kendaraan kami, dan surat-surat seperti akta Nikah, Akta Anak dan Surat izin usaha yang sudah terbawa banjir itu. Ungkap David dengan Kesal.

Pengakuan warga masyarakat sekitarnya Banjir Takari, korban jiwa yang belum ditemukan itu atas nama Yulinda Bunda, Kalau Ibunya sudah ditemukan dan di makanan hari Selasa, Gubernur NTT hadir dalam pengukuran Ibu Bunda namun Bupati Kupang tidak hadir pada saat itu.

Loading...

Proses pencarian mayat sejak Senin pagi hingga Selasa sore pun belum temukan mayat atas nama Yulinda Bunda (16), kondisi saat ini keluarga masih melakukan proses pencarian di tempat kejadian. Masyarakat korban banjir ini berharap pemerintah baik daerah maupun Pusat bisa memberi perhatian kepada mereka. “Rumah semua hancur tinggal pondasi saja pak, pak saksikan sendiri saja” ungkap Andi Wasna Wati.

Senada juga Paul Kedang menyampaikan bahwa banjir Takari menghabiskan 70-an rumah dan dua jiwa juga menjadi korban. air kali Takari meluap dari Pasar Hewan pada malam hari.

Ali Taufiq Bersama Anak-anak Korban Banjir Takari

Loading...

Anak-anak juga turut serta dalam pencarian mayat yang belum ditemukan itu, pada kesempatan itu juga anak-anak meminta kepada Pak Presiden untuk bisa membantu mereka, baik itu makanan, minuman dan pakaian sekolah karena semua barang terbawa banjir.” Jelas Ali Taufik.

” Kami minta Pak Presiden untuk bantu kami beras, hp untuk belajar online, pakaian, rumah dan peralatan sekolah, baju sholat, makanan dan bantal, karena di gunung kami tidur tidak pakai bantal dan sangat dingin”. Keadaan tidur di gunung sangat berbeda dengan rumah sendiri karena kami tidur di gunung itu, tidur di tanah, dan digigit nyamuk Pak, kalau di lantai juga kami tidur di lantai kosong saja.” Jelas Ali Taufik.

NKRIPOST NTT- Yulius Tamonob

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *