Kategori
OPINI & FIKSIANA

BAGAIMANA CARA MEMBERSIHKAN HATI DARI SUUDZON (BURUK SANGKA)

BAGIKAN :
KAPOLRI BERSAMA USTAD

Suatu saat ketika ziarah Zanbal di pagi hari Jumat dengan beberapa sahabat dan guru mulia Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz.

Ada salah satu murid bertanya kepada Habib Umar : “Ya Habib apakah obat, agar hati saya bersih dari suudzon?”

Habib Umar menatap wajah penanya dengan tersenyum sebagaimana adat santun beliau, lalu menjawab dengan jawaban yang sangat singkat :

لا تصدقه

“Jangan engkau percaya (apa yang diucapkan hatimu)”

Obat agar engkau tidak mudah berburuk sangka adalah memutar balik omongan hati.

Jika ada orang yang berjalan di depanmu menuju mesjid dengan cara jalan yang sombong dan hatimu berkata : “Orang ini pasti Riya’ ingin dilihat orang dan sombong”,

Maka kau jangan percaya omongan hati mu itu, lalu kau jawab dengan kebalikannya :

“Tidak! Orang ini pasti ikhlas dan ingin menjadi hamba yang baik”.

KEJUTAN HIDU Perjalanan manusia hanyalah menyelesaikan skenario yang telah dirancang Zat Yang di Atas.

Apapun upaya yang dilakukan, takkan pernah menyelisihi garis takdir yang telah final.

Kejutan demi kejutan hidup kan selalu datang menghampiri…

Terkadang hadir dalam kegembiraan yang meluap..

Sesekali menjelma dalam kekecewaan yang mendalam…

Hari ini anda mendapat kawan baru..
Boleh jadi lusa kan kehilangan teman yang lama..

Setiap kita harus selalu siap menghadapi segala surprise yang datang.

Agama mengajarkan agar kita tidak meluap-luap kebanggaan dengan kenikmatan yang didapat…

Sebaliknya berupaya menahan kekecewaan yang dalam atas harapan dan cita – cita yang terluput..

Allah berfirman:

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.

Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

(QS. Al Hadid: 23.)

Berkuda pangeran di bukit savana
Rehat sejenak dikala letih
Dapat nikmat jangan berbangga
Untung terluput jangan bersedih

Rinai hujan di Gunung Tandikat
Menjemput rindu ke Danau Maninjau
Bila takdir sudah tersurat
Lupakan saja masa yang lampau

Awan pekat tutupi surya
Senja beranjak menuju malam
Dunia ini adalah fana
Tegarlah bila asa tenggelam

Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya
Barakallah fikum.

Bay Dewa Aruna

terimakasih dan salam


🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏🏻🤝🏻🙏🏻🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *