SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Bacakan Pledoi Kasus PT Zangrandi Prima, Adv Erles Rareral: Dakwaan JPU Copy Paste

BAGIKAN :
ADV. ERLES RARERAL, SH.,MH

NKRI POST, SURABAYA – Empat orang PEMEGANG SAHAM PT Zangrandi Prima mengajukan nota pledoi atau pembelaan atas dakwaan penggelapan 20 lembar saham milik Evy Susantidevi Tanumulia. Keempat terdakwa tersebut antara lain Willy Tanumulia, Grietje Tanumulia, Emmy Tanumulia, dan Fransiskus Martinus Soesetio.

Pembacaan pledoi itu disampaikan secara bergiliran di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, oleh kuasa hukum para terdakwa, yakni ERLES RARERAL , SH.,MH dari KANTOR HUKUM PASOPATI & ASSOCIATES.

Pada pokoknya, ERLES RARERAL , SH.,MH menyoal tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo yang merupakan Dakwaan Alternatif , namun dakwaan tersebut dibuat dengan cara copy paste.

Bahwa dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum TERDAKWA telah didakwa secara alternatif yaitu pertama telah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP atau kedua telah melakukan tindak pidana memasukkan keterangan palsu kedalam suatu akta otentik mengenai suatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Bahwa surat dakwaan disusun dalam bentuk alternatif konsekwensi yuridisnya dalam pemeriksaan persidangan ini merupakan kewenangan majelis hakim, memilih mana yang terbukti nanti perbuatan – perbuatan materiil yang terbukti dalam dakwaan alternatif tersebut.
Bahwa surat dakwaan yang dibuat secara alternatif pastinya pasalnya berbeda sehingga uraian dakwaan itu dapat dipastikan tidak boleh beda jadi tidak ada copy paste dalam dakwaan itu. Jadi pasti unsur-unsur delik dari pasal alternatif tersebut berbeda. Nah kalau ada dakwaan yang dibuat secara alternatif kemudian uraian dakwaannya sama atau copy paste itu kategori dakwaan yang dibuat secara tidak cermat dan lengkap, sehingga dakwaan tersebut obscuur libel dan BATAL DEMI HUKUM.—–

Untuk itu, ia meminta kepada Majelis hakim dalam menjatuhkan putusan nantinya agar membebaskan para terdakwa, serta memulihkan harkat, martabat dan nama baik mereka.

Loading...

Alasan permintaan vonis bebas kepada majelis yang diketuai Pujo Saksono ini, kata ERLES RARERAL , SH.,MH disebabkan adanya kesalahan berdasarkan beberapa fakta yang terungkap dipersidangan, antara lain tidak terpenuhinya dua alat bukti yang sah, menabrak norma dan asas hukum acara dan yang ketiga, subjek hukum (pelapor) tidak ada relevansi dalam Perkara ini.

Selain itu, ERLES RARERAL , SH.,MH juga menyoal Pasal 372 o Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 266 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP yang didakwakan JPU.

Pasal 372 KUHP serta unsur unsurnya yang disusun JPU menurut ERLES RARERAL , SH.,MH sangat bertolak belakang dengan fakta yang terungkap. Sebab, dibalik masalah ini kata ERLES RARERAL , SH.,MH bahwa Willy Tanumulia adalah Sarjana Teknik yang mempunyai pekerjaan dan penghasilan lebih dari cukup ketika beliau di Jerman, Willy Tanumulia bersedia pulang ke Indonesia karena kecintaan dan bakti beliau kepada kedua orangtuanya yang meminta untuk pulang ke Indonesia membantu mengelola dan membesarkan usaha es krim Zangrandi dan Grietje Tanumulia berprofesi sebagai dokter gigi dan mempunyai klinik di Jakarta .
.
Melalui Pledoi itu ERLES RARERAL SH MH juga membantah keras tudingan miring Evi Susantidevi yang menuduh kliennya menggelapkan uang dividen atau uang tali kasih senilai 375 juta yang diklaim sebagai haknya. Sebab menurut ERLES RARERAL SH MH, uang itu bukan dalam penguasaan kliennya tapi uang itu masih tetap berada didalam management perusahaan.

Menurut ERLES RARERAL SH MH bahwa kasus ini adalah ranah PERDATA bukan PIDANA ; yang mana perkara ini adalah permasalan Perusahaan yang menyangkut kepemilikan saham dan bukan merupakan ranah hukum pidana melainkan hukum perdata ;

Bahwa WILLY TANUMULIA,IR , GRIETJE TANUMULIA, EMMY TANUMULIA adalah salah satu pemegang saham dalam yang namanya terdapat dan terdaftar dalam Akta Pendirian PT. ZANGRANDI PRIMA ;
Bahwa WILLY TANUMULIA,IR GRIETJE TANUMULIA, EMMY TANUMULIA mendapatkan wasiat dan warisan dari Alm SYLVIA TANUMULIA
Bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, jelas perbuatan PARA TERDAKWA adalah PERBUATAN PERDATA yang merupakan perkara dalam lingkup Perseroan Terbatas dan Waris sehingga perkara ini BUKANLAH PERKARA PIDANA
Bahwa perbuatan PARA TERDAKWA adalah PERBUATAN PERDATA maka kami selaku kuasa hukum mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang mengadili perkara ini menyatakan dakwaan dan tuntutan ditolak atau setidak-tidaknya menyatakan dakwaan tidak dapat diterima dan membebaskan TERDAKWA dari segala tuntutan hukum;

“Menurut saya ini bukan kasus pidana. tapi perdata. kalaupun perdata saya yakin gugatan mereka pasti ditolak. karena tidak ada celah hukum untuk mereka masuk,”Tandas Erles.

Selama proses persidangan diperoleh keterangan bahwa usaha es krim Zangrandi semula didirikan oleh pasangan suami-istri Adi Tanumulia dan Jani Limawan.
Pasangan suami-istri ini dikarunia tujuh anak, yaitu Sylvia Tanumulia, Robiyanto Tanumulia, Emmy Tanumulia, Willy Tanumulia, Ilse Radiastuti Tanumulia, Evy Susantidevi Tanumulia, dan Grietje Tanumulia, yang kemudian mewarisi usaha tersebut dengan mendirikan PT Zangrandi Prima.

Kemudian, Salah satu ahli waris yang juga pemegang saham PT Zangrandi, yakni Sylvia meninggal dunia pada tahun 2013.
Para direksi atau pemegang saham kemudan menggelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada 25 Agustus 2017 dan memutuskan membagi 20 lembar saham milik almarhum kepada para direksi dengan komposisi masing-masing, Willy sebanyak tujuh lembar saham, Grietje (7) lembar, dan Emmy (6) lembar saham.
Hasil RUPS itu juga telah disahkan oleh Fransiskus Martinus Soesetyo, yang menjabat Direktur Utama PT Zangrandi Prima.(Red)

Terbitkan Pada: 3 Juli 2020 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami