Baca dan Pahami Secara Utuh Pembukaan UUD 1945

Baca dan Pahami Secara Utuh Pembukaan UUD 1945

21 Mei 2021 0 By NKRI POST

UUD 1945

NKRIPOST.COM, JEPARA – Ada beberapa dari kita menggunakan amanat pembukaan UUD 45 untuk ikut campur bahkan ikut menentukan siapa yg benar dan salah dalam perang Palestina Israel. Seolah-olah Pembukaan UUD 45 menjadi legitimasi untuk bertindak seperti itu. Ini berbahaya.. Pelan-pelan penulis jelaskan!

Pada Pembukaan UUD 45, Pembukaan Alinea pertama menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa. Pada alinea kedua menyatakan bahwa perjuangan pergerakan Indonesia mengantarkan kita pada kemerdekaan. Ini pembukaan untuk internal kita, bukan untuk dunia.

Loading...

Ada yang bilang, ok lalu bagaimana pada alinea ke empat, yaitu Ikut melaksanakan ketertiban dunia? Ya benar, kita ikut melaksanakan ketertiban dunia. Bukan Ikut menjadi Polisi atau Hakim dunia. Kita jaga NKRI agar tidak terjadi konflik, sehingga kita ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Supaya semakin jelas, penulis coba analogikan dengan keseharian kita.

Begini, Rumah kita, ibarat negara Indonesia. Rumah tetangga, ibarat negara-negara lainnya. Lingkungan, ibarat dunia. Aparat dan aturan lingkungan, ibarat PBB. Aturan di rumah, ibarat UUD 45. Mari kita beranalogi. Kita tidak membuat keributan, kita tidak membuang sampah sembarangan, kita tidak semena-mena di lingkungan, maka itu artinya kita sudah ikut menjaga ketertiban lingkungan. Karena dengan semua warga ikut menjaga ketertiban masing-masing, maka lingkungan menjadi tertib dan aman.

Ketika ada tetangga berselisih soal hutang piutang, Tetangga A bilang dia tidak pernah pinjam uang. Tetangga B bilang, tetangga A pernah pinjam uang ke dia. Sama-sama klaim dan punya alasan kuat, Apa yg kita lakukan? Tidak ada yang bisa kita lakukan, karena itu bukan urusan kita. Tapi ketika mereka beradu fisik, maka sebagai tetangga kita ikut menengahi, jangan sampai ada yang jadi korban. Lalu kita panggil aparat keamanan. Kita sebagai tetangga boleh meminta kedua belah pihak untuk tidak ribut. Ajak bicara keduanya agar bisa damai. Sebatas itu saja.

Tapi jika kita malah berpihak pada tetangga B dan menyalahkan tetangga A misalnya, tentu tetangga A akan marah dan bilang, apa urusan anda? Kalau saya bilang, saya ajarkan keluarga saya, kalau pinjam uang harus bayar. Pasti tetangga A bilang, memang aku keluargamu ? Esok harinya perabotan rumah saya diambil oleh tetangga A. Saya marah dan bertanya pada tetangga A, kenapa kamu ambil barang-barang saya? Dia jawab, aturan di rumahnya, bahwa barang yang ada milik bersama, maka barang-barang saya adalah miliknya juga dan bisa dia gunakan.

Saya bilang, tidak bisa begitu! Aturan anda tidak ada urusannya dengan rumah saya! Tetangga A balikin, loh? Bukankah saya harus ikuti aturan di rumah anda? Kenapa sekarang anda tidak mau turuti aturan di rumah saya? Aturan anda boleh ikut campur urusan saya, aturan saya pun begitu!

Dari analogi ini, maka Israel, Palestina, dan semua negara di dunia, boleh ikut campur dan mengontrol Indonesia hanya berdasarkan aturan di Internal mereka. Jika Israel buat aturan bahwa tanah di dunia ini boleh dipakai bercocok tanam, maka mereka berhak buat pertanian di tanah Indonesia.

Ketika ada daerah di Indonesia mau merdeka, maka Israel bilang, bukankah di Pembukaan UUD 45 menyatakan kemerdekaan itu adalah HAK SEGALA BANGSA? Kalau ada daerah lain mau merdeka dan menjadi sebuah bangsa, kenapa kalian hambat? Kita mau jawab apa kalau sudah begitu?

Lalu Israel turun turun tangan membantu daerah yang mau merdeka itu. Kalau kita marah, Israel bilang, kami belum gunakan konstitusi kami, kami masih gunakan konstitusi kalian untuk membebaskan sebuah bangsa. Kalau kalian melawan artinya kalian melanggar UUD 45.

Mau jawab apa kita?

Sekali lagi, baca utuh pembukaan UUD 45, itu untuk internal kita, alasan dasar kita untuk membentuk Negara Indonesia. Makanya pada alinea 4 disebutkan “UNTUK melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia” peruntukannya untuk internal, bukan untuk dunia. Pembukaan UUD 45 diambil sepotong2 untuk meloloskan tujuan negatif mereka, yg akhirnya diikuti oleh orang-orang bodoh untuk ikut merecoki internal negara lain dan menjadi hakim untuk memvonis negara lain salah. Hal ini bisa menjadi bumerang bagi negara kita. Sangat berbahaya..

Penulis pikir cukup jelas, bahwa menggunakan alasan UUD 45 untuk memvonis negara lain salah, adalah sebuah kesalahan besar yang bisa digunakan untuk mengobok-obok NKRI. Dan memang itu tujuan mereka ketika gunakan pembukaan UUD 45 agar bisa merusak Indonesia. Waspada.. 

Terima kasih.

NkriPost – Purnomo