Astaga, Penendang Sesajen Semeru Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Ini Profilnya

Astaga, Penendang Sesajen Semeru Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Ini Profilnya

11 Januari 2022 5 By Tim Redaksi

PERBUATAN seorang pria berompi hitam yang membuang dan menendang sesajen di dekat lokasi erupsi Gunung Semeru, Lumajang, menyita perhatian khalayak sejak Sabtu (8/1/2022).

Belakangan diketahui, pria tersebut bernama Hadfana Firdaus (33 tahun).

Loading...

Ia merupakan relawan yang ikut membantu korban erupsi Semeru.

Ia datang dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dia lahir di Wonosobo, 3 November 1988. Ia berstatus sebagai mahasiswa.

Statusnya masih lajang dan dia berasal dari Keluraha Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq geram dan kecewa terhadap perbuatan pria tersebut.

“Apa pun motifnya, tentu saya kecewa. Itu melanggar tata nilai yang kami junjung, yakni hidup berdampingan bersama dengan seluruh agama dan seluruh suku di Lumajang” kata pria akrab disapa Cak Thoriq itu, Senin (10/1/2022).

Dikejar Polisi

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya kini tengah mengejar pria tersebut.

“Kami sudah membentuk tim untuk melakukan pencarian pelaku,” kata Gatot, Senin.

Gatot mengimbau masyarakat maupun relawan agar menjaga situasi di sekitar area bencana agar tetap kondusif dan aman.

“Karena selama ini Lumajang sudah mulai damai, mulai aman, dan mulai bagus. Jangan sampai dirusak dengan adanya video-video yang mengandung SARA dan kita harus menghormati kearifan lokal daerah situ,” pesannya.

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang beredar di media sosial, pria tersebut membuang sesajen dengan menggunakan tangan dan kakinya sembari mengucapkan takbir.

Sesajen tersebut diletakkan warga di Desa Sumbersari, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pria tersebut mengenakan sarung, rompi hitam dengan bendera Indonesia menempel di bagian dada sebelah kiri, dan memakai peci hitam.

Sebelum membuang sesajen, pria itu mengatakan kalau persembahan itu dapat mengundang kemurkaan Tuhan dan dia menilai bahwa pendapatnya itu jarang disadari oleh orang-orang.

“Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah (sesajen) yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya,” katanya.

Setelah mengatakan itu, dia pun membuang sesajen berupa sesisir pisang dan makanan lainnya itu sambil mengucap ‘Allahu akbar’.

(NKRIPOST/Indozone)