Kategori
EDITORIAL NUSANTARA

ASN Bukan Melawan Presiden, tapi Jokowi Abaikan Aspirasi

BAGIKAN :

ini Tanggapan Gubernur DKI Jakarta

Jakarta — Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan Kalimantan Timur sebagai ibu kota RI. Keputusan itu disampaikan siang tadi di Istana Negara. 

Presiden seperti tidak mendengar aspirasi yang sejak dicanangkan pindah ibu kota  terus mendapat penolakan. Tak sedikit pengamat, pengusaha, politisi dan praktisi hukum memberi pertimbangan agar pemindahan ibu kota dikaji secara mendalam. 

Bahkan pengusaha nasional dan mantan cawapres Sandiaga Uno pun meminta agar pemerintah fokus membenahi perekonomian yang  makin terpuruk.  Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin pun angkat suara. Bahwa pemindahan ibu kota bukan perkara gampang. Itu bukan hanya domain eksekutif, tapi juga legislatif. 

Politisi kawakan Amien  Rais juga menyampaikan hal yang sama bahwa jangan kemaruk dengan ibu kota baru. Masalah Papua jauh lebih penting diselesaikan, karena majelis PBB sudah mewacanakan membahas Papua.

Fahri Hamzah dalam berbagai kesempatan juga tak henti-hentinya berteriak untuk menjalankan prioritas-prioritas utama pembangunan untuk  kesejahteraan rakyat. “Korban gempa NTB saja belum selesai,” kata Fahri. 

Yang menarik, meski Presiden sudah menetapkan Kalimatan Timur dengan Kutai Kertanegara serta Penajam sebagai ibu kota baru, namun mayoritas ASN yang bekerja di lembaga-lembaga tingkat pusat menolak pemindahan itu. 

Alasannya adalah kekhawatiran fasilitas dan layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan lain-lainnya jauh di bawah layanan yang di Jakarta.  Penolakan itu tertuang dalam hasil survei yang dilakukan Indonesian Development Monitoring (IDM). Hasilnya 94,7 persen ASN menolak pemindahan itu,

Dalam survei IDM yang digelar pada 7 hingga 20 Agustus 2019 lalu, terungkap 94,7 persen ASN menolak ibu kota dan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kalimantan.

Direktur Eksekutif IDM Harly Prasetyo dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, survei dalam bentuk tanya jawab dilakukan terhadap 1.225 responden ASN, mewakili 800 ribu PNS yang bertugas di pemerintahan pusat.

“Hasilnya sebanyak 94,7 persen ASN menolak ibu kota dan pusat pemerintahan dipindahkan ke Kalimantan. Sebanyak 3,9 persen setuju, sisanya abstain,” ucap Harly.

Alasan penolakan mereka didapati 93,7 persen menyatakan khawatir dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan anak yang kurang bermutu. Sebab, sarana yang berkualitas banyak di DKI Jakarta
 
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan Kota Jakarta akan tetap berperan sebagai simpul kegiatan perekonomian utama di Indonesia.

“Untuk Jakarta, kita mendorong menjadi simpul kegiatan perekonomian global. Jadi, Jakarta tetap akan menjadi pusat kegiatan perekonomian, tidak ada pergeseran di situ,” kata Anies  usai mengikuti jumpa pers terkait rencana pemindahan ibu kota di halaman Istana Negara Jakarta,  Senin.

Menurut dia, pemerintah pusat telah melakukan rapat teknis mengenai rencana pembangunan DKI Jakarta dengan anggaran pembangunan sebesar Rp571 triliun.

Dia menilai pembangunan menuju pusat perekonomian global di Jakarta harus dilakukan dengan percepatan.

“Kita menargetkan sampai 2030. Pembangunan itu ada yang dari swasta, APBD, APBN, dan ada yang KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha), itu sudah dibahas,” kata Anies.

Dia menjelaskan fokus pembangunan di DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian yakni membangun perumahan, transportasi umum, jaringan utilitas telekomunikasi, dan jaringan air bersih.

Dalam jumpa pers tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan hasil dari kajian tim rencana pemindahan ibu kota pemerintahan.

Pemerintah memutuskan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara, di Provinsi Kalimantan Timur sebagai kawasan untuk ibu kota baru pemerintahan.

Presiden menyebut rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk regenerasi perkotaan akan terus dilakukan dengan mengarah kepada kota sebagai pusat perekonomian tingkat global.

Sumber: http://www.tilik.id/read/2019/08/27/11088/-asn-bukan-melawan-presiden-tapi-jokowi-abaikan-aspirasi

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *