Arti Tangan Semar, Usai Pilkada

Ilustrasi

NKRIPOST, JATIM – Jiwa Semar menunjukkan ketetapan diri, kematangan diri, keharmonisan antara alam semesta, sosok patriot tidak tergoyahkan, tidak sombong mampu tempatkan kebijakan dan bijaksanaan, selalu keselarasan Budi, Daya, Karsa, Rasa dan Karya. Mampu tunai hak, kewajiban dan tanggung jawab.

Telunjuk jari tangan Semar ke depan, menunjukkan masa depan ke generasi muda. Sedangkan jari satu tangan lagi menggenggam sambil disembunyikan ke belakang, artinya manusia itu memiliki cita cita, maksud, tujuan dan pengharapan seharusnya para generasi muda penerus Bangsa dipersiapkan masa depannya sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara. Jangan setengah-setengah amalkan. Ada tiga ajaran penting dari Ki Hajar Dewantara, yaitu:
“Ing Ngarso Sun Tulodho Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani.”

Ing Ngarso Sun Tulodho, di depan harus memberi teladan (Kebijaksanaan). Ing Madyo Mangun Karso, di tengah memberi bimbingan (Tuntutan keIkhlashan).Tut Wuri Handayani, di belakang memberi dorongan (Semangat).

Musim Pilkada sudah selesai. Namun hakekat janji itu adalah hutang harus dibayarkan, dibuktikan dalam kenyataan. Jadilah politikus seorang Semar. Pembawaannya tenang dan kalem, bijak, penuh kejujuran dan keikhlasan dalam mengemban Amanat Penderitaan Rakyat. Walaupun kalah dan menang dalam eforia permainan Pilkada. Semar tetap Ikhlas, tawakal, sabar dan tetap semangat berjuang demi perubahan.

Semar mengurai bahasa Bung Karno terkait teori trisakti yaitu Politik itu Kedaulatan Rakyat. “….Demokrasi yang harus kita jalankan adalah demokrasi Indonesia, membawa kepribadian Indonesia itu sendiri.

Loading...

Jikalau kita tidak bisa berpikir demikian itu, kita nanti tidak dapat menyelenggarakan apa yang menjadi amanat penderitaan daripada rakyat itu….” ,Ceramah Presiden Soekarno Kursus Pancasila di Istana Negara, 3 September 1958.

Bagi Semar, sosok seorang Pejuang itu tidak mudah putus harapan tapi terus semangat karena penuh idea dalam pengabdian. Berbuat kebajikan walaupun tidak harus di puja puji. Banyak cara untuk mengabdi kepada Ibunda Pertiwi.

Saat Bung Adjat Sudrajat dihubungi terkait Semar bung Adjat menjelaskan. Bagi sosok Semar Kekalahan itu Kemenangan tertunda.

Loading...

“Kekalahan merupakan Kemenangan yang tertunda
Kemenangan jangan dijadikan efhoria sehingga jadi lupa daratan (abdi pada Prikemanusian dan Kemanusiaan). Jika hal tersebut (lupa daratan) dilakukan maka akan menjadi bumerang”, tegas Adjat Sudrajat, SH.

Amartapura dipancangkan pondasi kejayaan alam semesta untuk dijalankan ikhtiar Semar saat itu dengan ditemani bersama para Punokawan babat alas.

Semar pun berpesan melihat kondisi dan situasi sekarang ini. Kepada Punokawan yang sedang santai santai beristirahat duduk di sebuah gubuk ditemani teko kopi terbuat dari tanah liat, beberapa gelas berasal dari bambu tali dan singkong bakar masih panas dialaskan daun pisang.

“Manusia itu harus mengamalkan Prikemanusian dan kemanusiaannya, agar alam tidak Murka. Intinya Jalmo tan keno kiniro kinoyo ngopo. Artinya Manusia sulit di duga dan di kira. Sabar kuwi Kroso jembar. Jembar Donyane, Jembar Jiwane, Jembar Pikirane, Jembar Pasedulurane lan Jembar Kamulyone, Artinya Sabar itu terasa mudah segalanya, baik mudah mencari rezeki, tidak kebebanan jiwanya, tidak bigung fikirannya, banyak saudaranya dan selalu di mana mana saudaranya.
Wani Ngalah luhur Wekasane, Artinya berani mengalah luhur ucapannya. Menang ora Jumowo, Kalah kudu Legowo, Artinya Menang tidak sombong, harus menerima kekalahan. Aja mung golek WAH mengko ndak dadi OWAH pikirane, Artinya Jangan mencari wah nanti bisa jadi salah baik berfikir. Ati Suci marganing Rahayu, Artinya Kesucian hati adalah jalan Keselamatan”, begitulah pesan Semar kepada Punokawan semuanya sebelum melanjutkan menyelesaikan pondasi Amartapura.

Agar tidak tumpang tindih pertentangan Prikemanusian. Menyusun kebijakan, ketetapan, keputusan, perpu dan lain sebagainya. “Jangan lupakan cita citanya Sejarah besar bangsa ini”, Pungkasnya. (AW).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *