Araksi : Jangan Gunakan Besipae Sebagai Penebus Satu Program Gubernur NTT

Araksi : Jangan Gunakan Besipae Sebagai Penebus Satu Program Gubernur NTT

Viral Video Besipae Warga Vs aparat

Nkripost, TTS – Konflik lahan di Besipae antara pemerintah Provinsi NTT dengan masyarakat Besipae tak kunjung menemui titik temu melihat hal tersebut Ketua Araksi NTT, Alfred Baun SH angkat bicara.

“Saya minta untuk Gubernur segera mengkaji ulang proses program tanam marungga kemudian tanam lamtoro di besipae, jangan jadikan Besipae sebagai penebus satu program pemerintah provinsi NTT.” hal ini disampaikan langsung saat ditemui media ini jalur dua Soe, TTS, kamis 15 Oktober 2020.

Ia menyebut, Gubernur memaksakan satu program ini, yang akhirnya menciptakan masalah konflik horizontal bahkan vertikal antara masyarakat dan masyarakat kemudian masyarakat dan pemerintah.”

Ketua Araksi NTT, Alfred Baun SH

“Kalau Kajian secara provesional ini letaknya ada dimana?
Secara pribadi kajian itu tidak tuntas yang kemudian mengisahkan, Permasalahan bagi masyarakat lokal di tingkat bawah.” ungkapnya

Berita Terkait: Pemprov Siksa Warga Besipae, Diamnya Pemda dan DPRD TTS di Pertanyakan

Baca Juga: Aksi Kekerasan Kembali Terjadi di Pubabu Basipae Orang Dianiaya oleh Preman Bertato

Menurut Afret, hari ini fakta menunjukan bahwa masyarakat lokal yang memiliki lahan ini menjadi korban, akibat dari kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Sat POL PP kemudian dinas peternakan provinsi. Dan ini sangat di sayangkan.”

Foto Tangkapan layar Video

“Jika Gubernur sebagai putera asli pulau Timor yang kemudian membuat program yang menciptakan konflik,
Padahal sebenarnya Gubernur ini paham betul soal tanah adat dan tanah suku di daerah pulau timor ini.”Tegas ketua Araksi.

Ia juga menanyakan, mengapa Gubernur harus terburu-buru membuat program seperti ini kemudian mengisahkan masalah bagi masyarakat. kejadian seperti hari ini tidak bisa untuk dikatakan sebagai hal yang biasa.

“Kalau sampai dengan ada statement bahwa masyarakat melakukan aksi mendahului itu sangat salah.”Tegasnya

“PLT dalam hal ini Pak Lili itu paling ngaur sekali stetemen itu, mereka sebenarnya tahu bahwa permasalahan Besipae ini sudah bertahun-tahun, nereka seperti pemicu membawa api kemudian membakar sesuatu yang sudah diam seperti itu,”Tambah Alfred.

“kondisi sudah diam mereka datang lagi dengan membawa angkatan, bawa dengan polisi, premanisasi pun ikut, apakah pak Gubernur punya niat untuk memciptakan konflik di daerah ini?, kan sangat disayangkan.” Papar Alfred melanjutkan.

Lebih lanjut Alfred menyampaikan, Araksi akan membangun komunikasi dengan Forum Sejarah Budaya Timor (FJBT) untuk mengambil langkah terhadap masalah ini,
Karena ini akan meciptakan sesuatu yang tidak diinginkan,

Masih Alfred, Apalagi sudah ada rekomendasi dari komnasham yang tidak dilakukan oleh gubernur, rekomendasi komnasham meminta untuk menyelesaikan permasalahan ini, tetapi mengapa gubernur kemudian memaksakan ini, permasalahan ini sebenarnya belum tuntas di mata hukum kemudian dimata publik.

“Sangketa tanah yang terjadi antara masyarakat dengan suku itu menjadi masalah rumit yang sebenarnya antara masyarakat dengan keluarga Nabuasa.” Tutur Alfred.

Ia juga mengatakan, “kita ini sudah ada di era transparan, dan semua paham aturan jadi tidak bisa pemerintah serta-merta menganggap masyarakat TTS terkhususnya Besipae itu sudah terlalu Bodoh itu.”

“Tidak bisa seperti itu karena masih ada orang pintar di daerah untuk melihat regulasi tersebut.”Ujarnya

Terakhir dengan tegas Ketua Araksi NTT, Alfred Baun SH mengatakan bahwa demi kemanusiaan kita akan lawan yang namanya kekerasan, soal masalah tanah dan sebagainya itu hal berikut. (rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami