Aparat Desa Saenama Diduga Terlibat Politik Praktis, Panwascam Rinhat Diminta Tegakkan Peraturan Bawaslu

BAGIKAN :

Foto Pemasangan Baliho SBS-WT yang beredar di salah satu akun facebook

Nkripost, Malaka – Dinamika kontestasi politik pada Proses pilkada serentak di kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memanas. Mulai dari peritiwa Pelemparan terhadap rombongan Relawan, penghadangan relawan, Pemukulan terdahap Wartawan, Saling ejek mengejek di media sosial, hingga dugaan keterlibatan oknum aparatur pemerintahan desa dalam praktek politik praktis.

Seperti halnya di beberapa hari terakhir masyarakat Malaka dihebohkan dengan postingan foto yang beredar di salah satu akun facebook atas nama Maxi Nahak terkait pemasangan baliho paket SBS WT yang tepatnya pada Selasa pekan lalu (20/10/2020), wilayah Desa Saenama, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka NTT.

Postingan tersebut sontak menjadi urgen pembicaraan warganet, pasalnya di antara yang memasang baliho terindikasi oknum aparat desa (Bendahara Desa) sekaligus ketua PPS yang turut dalam politik praktis, oknum tersebut berinisial DM dan aparat Desa lainnya.

Baca Juga: Belasan Miliar Bangun Kantor DPRD Malaka Setengah Jadi SBS dan Adrianus Bria Seran di Mohon Klarifikasi

Pelapor, Yustus Yulius Nahak kepada media di kediamannya wartawan Jarakkposkupang.com, menerangkan bahwa Peraturan Bawaslu No 12 Tahun 2017 pada pasal 10 item G menetapkan untuk tidak melibatkan pihak yang dilarang, yaitu pejabat Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah, aparatur sipil negara, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan anggota Tentara Nasional Indonesia, kepala desa atau sebutan lain/lurah dan perangkat desa atau sebutan lain/perangkat kelurahan. Minggu (25/10/2020) Sore.

“Panwascam Rinhat harus lebih komitmen untuk tuntaskan tindakan oknum aparat desa yang melanggar Peraturan Bawaslu dengan pelanggaran sesuai pasal tersebut”, tegasnya.

Tambahnya, jika panwascam mengusut tuntas persoalan ini, mungkin ini menjadi efek jerah kepada oknum – oknum lain yang selama ini politik dalam belakang layar.

“Oknum – oknum yang melibatkan diri dalam memasang baliho itu semuanya Aparatur Desa Saenama, mereka juga sebagai tim pemenang untuk mendirikan posko kemenangan SBS WT”, tambahnya.

Untuk memastikan informasi tersebut, awak media Corpsnews.com mengkonfirmasi Ketua Panwascam Rinhat John Mex melalui chat Via Whatsapp menjabarkan bahwa, kasus ini sementara dalam proses penanganan, kemarin sudah dilakukan pengambilan ketrangan dari pelapor dan saksi, juga hari ini panwascam sudah melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk keterangannya.

“Soal penanganan kita sudah lakukan sejak tanggal 20 kemarin, setelah kami menerima laporan serta melakukan kajian, dan dalam kajian itu ternyata sudah memenuhi syarat formil dan materil, maka kami lakukan registrasi, dan langsung buat panggilan, kepada pelapor, saksi dan pihak terlapor”, jelasnya dalam chat via Whatsapp.

Jhon juga mengatakan, tindakan ini belum dipastikan dalam sanksi pidana atau administrasi karena sementara dalam proses keterangan dalam kajian. Untuk kepastian besok atau lusa sudah ada informasi. (Fren Klau)

Publikasi : 25 Oktober 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami