Anies Baswedan: Terima kasih Tempo, Karikaturnya Boleh Juga

Anies Baswedan: Terima kasih Tempo, Karikaturnya Boleh Juga

November 10, 2019 0 By Redaksi
SHARE ya:

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Gubernur yang lembut bicaranya. Santun, berisi, berwawasan luas, menghormati keberagaman, sosok Anies Baswedan layak ditiru.

Menanggapi serangan sentimental pun, dibalasnya dengan senyuman. Tak mau ambil pusing dengan hujatan. Kritik, nyinyir dan bahkan karikatur, dijawabnya dengan santun.

Bukan tipikal Anies yang pemarah. Suka memaki, atau bentak-bentak rakyat. Itu sebabnya, figur Gubernur yang satu ini dirindukan rakyatnya.

Tepat di hari Pahlawan, Gubernur DKI Jakarta kembali menunjukkan tipikalnya yang ramah dan santun dalam menjawab sebuah kritikan.

Dilansir dari akun media sosia twitter @Aniesbaswedan Gubernur DKI Jakarta kembali mengucapkan terima kasih kepada Tempo dan pujian atas karikatur media Tempo.

“Terima kasih Tempo telah jalankan tugasnya sbg pilar keempat demokrasi. Semoga perbaikan sistem yg sdg berjalan bisa segera kami tuntaskan.

Terus awasi kami yg sdg bertugas di pemerintahan…

Karikaturnya boleh juga. Kalau tidak begitu bukan Tempo namanya.”

Sebelumnya di lansir dari Kompas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau ambil pusing terkait meme wajahnya yang diubah menjadi tokoh Joker dan diunggah ke media sosial.

Anies ogah memerhatikan hal-hal seperti itu.

“Itu bukan hal yang menjadi perhatian saya. Saya lebih konsentrasi pada yang menjadi tugas saya,” ujar Anies di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019) malam.

Anies menganggap foto wajahnya diedit sebagai ekspresi yang disampaikan orang-orang yang mengkritiknya. Dia menyatakan menghargai ekspresi-ekspresi semacam itu.

“Orang berkomentar, orang menulis, orang menggambar, itu adalah hak mereka. Jadi kita negara demokrasi, kita negara yang menghargai perbedaan pendapat. Saya menghargai mereka yang mengekspresikan dengan caranya,” kata dia.

Menurut Anies, semua tindakan seseorang di media sosial menjadi tanggung jawab orang tersebut kepada pengikutnya (followers).

“Ada orang lain yang mengekspresikan dengan caranya, ya nanti dia yang mempertanggungjawabkan kepada pembacanya, pada pendengarnya,” ucap Anies.

Sebelumnya, dosen Universitas Indonesia Ade Armando mengunggah foto editan Anies menjadi tokoh Joker di Facebook.

Ade kemudian dilaporkan oleh anggota DPD RI dapil DKI Jakarta Fahira Idris karena mengunggah foto editan tersebut pada 1 November 2019.

Ade berencana akan melaporkan balik Fahira Idris dengan tuduhan pencemaran nama baik. Namun, polisi meminta Ade melengkapi beberapa barang bukti sebelum membuat laporan.(**)

SHARE ya: