Anak 12 Tahun yang Ditangkap Sujud dan Menangis di Kaki Ibunya

Anak 12 Tahun yang Ditangkap Sujud dan Menangis di Kaki Ibunya

14 Juli 2021 0 By Tim Redaksi

KOKOM (49), warga Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, menangis histeris saat menjemput anaknya yang masih berusia 12 tahun di ruangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Senin (12/7/2021) petang.

Anak Kokom diamankan bersama 30 orang lainnya karena diduga sebagai perusuh saat demo bela Rizieq Shihab di Kejaksaan Negeri Singaparna, Tasikmalaya, Senin siang.

Sang anak berkali-kali bersujud di kedua kaki ibunya sambil menangis dan terus menerus meminta maaf.

Loading...

“Mamah, mamah, minta maaf. Saya minta maaf, saya enggak tahu kalau akan jadi seperti ini. Mamah mohon maaf,” ujar anak tersebut ke ibunya yang baru tiba di kantor polisi.

Sementara Kokom terus menanyakan ke anaknya alasan kenapa selama ini berbohong.

Sebelumnya, anak Kokom pamit mengaji di masjid kawasan Kantor Bupati Tasikmalaya.

Sembari menangis, Kokom terus menanyakan alasan anaknya berbuat rusuh hingga ditangkap pihak kepolisian.

“Jadi begini kan? Makanya kamu jangan bohong, bilang ke mamah katanya mau ngaji tadi,” ucap Kokom.

Kokom mengaku tak mengetahui anaknya berbuat rusuh dan ikut demo bela Rizieq bersama sekelompok orang lainnya.

Dia baru mengetahui anaknya ditangkap dari tetangga saat akan shalat maghrib.

“Saya tahunya dari tetangga. Saya bilang bahwa anak saya ditangkap polisi ada di polres sekarang. Saya pun ke sini karena khawatir dan menunggu sampai sore belum pulang. Tidak biasanya anak saya ini belum pulang sesudah maghrib. Anak saya usianya 12 tahun ini mau SMP, badannya aja yang besar ini, usianya 12 tahun Pak,” ujar Kokom.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno membenarkan puluhan diduga perusuh demo sebagiannya berusia di bawah umur.

Pihak kepolisian masih memeriksa intensif seluruh simpatisan yang ditangkap.

“Iya, tadi ibu salah satu anak yang kita amankan. Sebagian memang anak-anak dan sebagiannya lagi dewasa. Betul 13 anak, 18 dewasa, seluruhnya 31 orang,” kata Hario.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono menyatakan telah mengamankan 31 orang yang diduga pelaku kerusuhan saat unjuk rasa meminta Rizieq Shihab dibebaskan di Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/7/2021).

Dari jumlah itu, diketahui 13 orang masih berusia anak-anak dan sisanya sudah dewasa.

Para simpatisan membuat rusuh dengan merusak mobil dinas Polres Tasikmalaya, Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna dilempari batu, serta seorang polisi mengalami luka di bagian tangan.

(NKRIPOST/Kompas)