Al-Wasliyah Dari Dari Zaman Ke Zaman “Menyorot Perkembangan Al-Washliyah Di Labuhan Batu”

Opini by : Khairuddin Soleh harahap, S.H.

AL-WASLIYAH DARI ZAMAN KE ZAMAN
(MENYOROT PERKEMBANGAN AL-WASHLIYAH DI LABUHAN BATU)

Pendiri Al-Washliyah yang disponsori oleh para pelajar Maktab Islamiyah Tapanuli (MIT), dan resmi berdiri pada tanggal 30 November 1930 di Medan Sumatera Utara (Sumatera Timur pada saat itu).

Nama tersebut diberikan oleh Syaikh H.M. Joenoes yang dimaknai sebagai memperhubungkan antara makhluk dengan sang Khaliq, dan memperhubungkan sesama manusia (termasuk mempersatukan kelompok tua dan muda).

Berdirinya Al-Washliyah, saat orang Mandailing yang merantau ke Medan, merasa terdesak oleh kaum perantau dari Minangkabau (Sumatera Barat).

Minangkabau sebagian besar pemeluk Islam yang memiliki tradisi Matrilinier, sedangkan Mandailing memilki tradisi Patrilinier. Dan secara umum, latar belakang kelahiran Al-Washliyah dapat dilihat dari dua aspek.

Loading...

Pertama, Kegelisaan mendalam dari aktivis pelajar.

Kedua, Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.

Tujuan Al-Washliyah didirikan ialah untuk memajukan, mementingkan, dan menambah tersiarnya agama Islam.

Loading...

Dengan misi untuk meningkatkan iman, ilmu dan amal,. menjalin kerja sama dengan setiap organisasi Islam untuk memajukan Islam, melindungi anggota dimana pun ia berada, memberikan konstribusi dalam upaya menciptakann ketertiban bangsa dan umat Islam dengan damai, adil, dan sejahtera, serta melakukan koordinasi dan kerjasama dengan sesama warga Al-Washliyah dan dengan organisasi lainnya, termasuk pemerintah.

Masuknya Al-Washliyah di Labuhan Batu, berawal dari pembentukan cabang kepengurusan pada tahun 1933 (ada yang mengatakan 1935) di Aek Kanopan, Kecamatan Kualah Hilir, (yang sekarang menjadi Kabupaten Labuhan Batu Utara, setelah pemekaran 2008).

Saat itu pimpinan tersebut, mendirikan madrasah di Kualuh Hilir, Desa tebuk Kulo. Sejak tahun itu pendiri Al-Washliyah dan para ulama kembali merantau ke kampung Aek Kanopan yang sebagai cabang pertama kali atas usulan dari Pimpinan Besar.

Kronoligis tersebut merupakan upaya para ulama pimpinan Al-Washliyah agar tersebarnya ilmu-ilmu dan mengangkat sejarah lahirnya Al-Washliyah pada era penjajahan dahulu.

Setelah Aek Kanopan, kemudian masuk lagi ke Labuhan Bilik arah Pantai Pane, saat itulah awal mulanya didirikan Sekolah Maktab yang pertama kali di Labuhan Batu (sekitar tahun 1935).

Perkembangan ilmu pun sudah mulai berkembang dan menghasilkan bibit unggul untuk mencerdaskan anak bangsa dan negara.

Ditahun 1936 masuk ke daerah Gunting Saga. Dan masuk di Rantaurapat pada tahun 1944 mendirikan sekolah PGA di jalan Siringo-ringo (yang dahulunya hanya berjumlah tiga kelas).

Penyebaran Al-Washliyah di Labuhan Batu menggunakan metode dakwah, pendidikan, amal sosial, dan ekonomi umat.

Loading...

Dalam bidang fiqih, Al-Washliyah menganut mazhab Syafi’iyyah, seperti karya Imam ar-Rafi’i, Ibn Hajar al-Asqalani dan Imam ar-Ramli.

Tetapi jika dipandang terdapat kesulitan dan dharurah, tidak lagi terikat secara ketat kepada pendapat ulama (mazhab Syafi’iyyah).

Dalam bidang aqidah menganut Ahlu Sunnah. Jayalah selalu Al-Washliyah. Milad ke 90 Tahun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *