Aksi Tolak RUU HIP, PETA Mayor Inf. (Purn) Muhammad Saleh: Cari, Temukan, Tangkap, Adili, Hukum Inisiator

Wawancara Eksklusif Bersama Presiden PETA

Nkripost, Jakarta – Aksi massa yang tergabung dalam Presidium Alumni 212 diantaranya Persaudaraan Alumni (PA) 212, FPI, GNPF Pusat dan sejumlah ormas antara lain Ormas Komando Barisan Rakyat (Kobar) dengan pimpinan Rijal dan sejumlah besar ormas lainnya memadati Jalan Gatot Subroto, Depan Gedung DPR RI.

Aksi tersebut bertajuk ‘Selamatkan NKRI & Pancasila dari Komunisme Tolak Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Loading...

Ditemui di sela – sela aksi Tolak RUU HIP, Presiden PETA Satu Komando, Mayor Inf.(Purn) Muhammad Saleh , yang turut hadir  bersama sejumlah besar massa lainya di DPR RI mengatakan dengan tegas bahwa Ia bersama PETA tidak hanya menuntut RUU Haluan Ideologi  Pancasila (HIP) ditarik dari Prolegnas. Namun juga mendesak agar di proses hukum inisiator pembuat RUU HIP.

“Kami dari PETA itu Bukan hanya menolak, bukan hanya cabut, itu wajib, Tapi permintaan dari Pembela Tanah Air adalah Cari, temukan, tangkap, adili, hukum inisiator termasuk pembuat RUU karena dialah yang membuat gaduh bangsa ini, maka kita seperti ini.”Tegas Presiden PETA.

Mayor Inf. (Purn) Muhammad Saleh

Lebih lanjut Presiden PETA juga mendesak agar Inisiator pembuat RUU HIP segera di tangkap.

“Harus ditangkap.”Tegas Presiden PETA.

Lanjut Presiden PETA menyampaikan pesannya kepada rakyat Indonesia bahwa pergerakannya bersama sejumlah massa tersebut untuk menolak RUU HIP didukung dua partai.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia, tandai partai – partai yang mendukung pergerakan kita itu ada dua yaitu Demokrat dan PKS yang lain terserah .”Ujar Mayor Inf (Purn) Muhammad  Saleh.

Loading...

Terkait kelangsungan aksi tersebut tersebut, Presiden PETA mengungkapkan bahwa aksi tersebut hanya awal dan akan terus berlanjut.

“Ini hanya awal,  ini akan berlanjut, karena ini sudah mulai terbongkar semua, saya yakin ini bukan hanya Masalah RUU, namun ini cikal bakal akan terjadi gelombang berikutnya.” Ujar Saleh.

Terakhir menurut Presiden PETA, RUU HIP menjadi sangat mengganggu persoalan kebangsaan.

Sholat di Tengah Hujan

Pada aksi tersebut, Pantauan awak media sekitar pukul 15.15 WIB cuaca di sekitar lokasi terihat mendung, orator diatas mobil komando sempat memberikan himbauan ke massa aksi untuk melakukan shalat berjamaah karena sudah waktunya.

Namun saat pelaksanaan shalat ashar berjamaah, hujan deras menguyur depan Gedung DPR RI, sementara massa masih melaksanakan shalat.

Sedangkan beberapa massa lain mereka memilih berteduh di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO).

Adapula massa yang sempat lebih dulu meninggalkan lokasi, ketika menyadari cuaca tidak bersahabat.

Namun tak sedikit juga, massa yang walau diguyur hujan deras, massa aksi penolakan RUU HIP tetap khusyuk shalat Ashar di depan DPR RI

Usai shalat dan pakaian yang dikenakan massa basah, tak menyurutkan mereka untuk tetap melanjutkan orasinya.(Alim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *