Kategori
KORPS

Aksi Pelemparan Rombongan Tim SN-KT Terindikasi Unsur Perencanaan

BAGIKAN :

Nkripost, malaka- Aksi pelemparan rombongan pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH berpasangan dengan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT di rumah calon bupati, Stefanus terindikasi motif perencanaan.

Indikasi adanya unsur perencanaan itu diperoleh dari hasil penelusuran wartawan terhadap sejumlah informasi dan data pasca kejadian yang terjadi di rumah Stefanus, Senin (12/10/20) sekitar pukul 18. 00 Wita.

Data dan informasi, aksi pelemparan itu terjadi tatkala lampu di halaman rumah Stefanus, belum dinyalahkan. Aksi lempar itu ditonton Cabup Stefanus dan Adrianus Bria Seran, saudara kandungnya. Namun, tidak gubris aksi lempar yang terjadi berulangkali tersebut hingga menimbulkan korban yang dialami sedikitnya empat relawan perempuan yang dikenal SIS SN-KT.

Sementara itu, aksi lempar itu sudah terjadi, Senin (12/10/20) pagi. Namun, tidak digubris tim dan rombongan Paslon SN-KT yang melintasi ruas jalan menuju lokasi kampanye di Kecamatan Wewiku. Aksi yang tidak menimbulkan korban itu dibiarkan dan dianggap “sambil lalu” karena tim dan rombongan SN-KT terus menjaga suasana agar Pilkada berjalan aman dan damai.

Informasi lain, terhembus isu adanya pertemuan terbatas antara Adrianus Bria Seran, saudara kandung Cabup Stefanus bersama tim untuk membuat posko-posko desa untuk memenangkan pasangan calon bupati, Stefanus Bria Seran dan calon wakil bupati, Wendelinus Taolin dengan tagline SBS-WT.

Isu yang beredar, pertemuan itu membahas cara menanggapi adanya konvoi, teriakan yel-yel SN-KT dan iringan musik ketika melintasi ruas jalan di depan rumah milik Cabup SBS yang beralamat di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka.

Anggota Tim Kuasa Hukum Paslon SN-KT, Ferdinandus Tahu Maktaen dalam pernyataan yang dikirim kepada wartawan, Senin (12/10/20) malam mengatakan kasus pelemparan tersebut harus diproses hukum. Itulah sebabnya, kasus ini sudah dilaporkan ke penyidik Polres Malaka untuk diproses hukum lebih lebih lanjut.

Dikatakan, pihaknya mendesak Polres Malaka agar memanggil dan memeriksa Cabup Stefanus karena kejadian aksi lempar itu terjadi di lokasi sekitar pekarangan rumah milik Stefanus.

“Artinya pelaku berada di dalam pekarangan rumah SBS (red, Stefanus) sehingga logikanya SBS tahu dong siapa orangnya. Tidak mungkin ada orang asing masuk ke dalam pekarangan rumah SBS dan dia tdk tahu,” tulis Ferdinandus via pesan whatsapp yang dikirim dari ponselnya.

Cabup Stefanus belum memberikan tanggapan atas pertanyaan para wartawan Tim Media SN-KT terkait aksi pelemparan yang berlangsung di ruas jalan sekitar pekarangan rumah miliknya. Meski berada di lokasi kejadian, Stefanus belum memberikan komentar hingga berita ini diturunkan. (tim)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *