Air Tak Dinikmati, Yohanis E. Tefa: Tidak Aman Dalam Pikiran Karena Anggaran DD 2 Tahun

Fiber air Dalam Keadaan kosong

Nkripost, Nunkolo – Yohanis E. Tefa mewakili warga Desa Nenoat merasa tidak aman dalam pikiran karena anggaran dana desa tahun 2017 dan 2018 mencapai ratusan rupiah namun pekerjaan perpipaan air tidak dinikmati oleh masyarakat setempat.

Hal ini disampaikan oleh Yohanis E. Tefa di Desa Nenoat Kecamatan Nunkolo pada hari Senin, 12/10/2020.

Menurut Yohanis Tefa, Ia tidak mengetahui benar sejauh mana besaran dana selama 2 tahun anggaran, namun tidak mengetahui persis. Tetapi menurutnya dilihat secara kasat mata dengan pekerjaan tersebut pasti menelan ratusan juta rupiah, tetapi sayangnya tidak bermanfaat sama sekali bagi kehidupan masyarakat.

Lanjut Yohanis, Kalau untuk anggaran tahun 2017 itu air pernah jalan selama 2 bulan tetapi kembali macet lagi,  kemudian diperbaiki kemudian air jalan selama 1 minggu tetapi kembali macet lagi. Untuk perpipaan tahun anggaran 2017  Kemacetan sudah mencapai 7 bulan terhitung.

“Sedangkan anggaran dana desa yang dipergunakan untuk tahun anggaran 2018 itu, pekerjaan perpipaan air bersih sama sekali tidak berfungsi, maka masyarakat sangat kecewa dengan perilaku pemerintahan Desa Nenoat yang dinilai tak bertanggung jawab itu.” Katanya.

Menurut Yohanis ada mekanisme pekerjaan yang tidak sesuai prosedur sehingga air tidak dapat mengalir.

Loading...

“tahun anggaran 2018 itu harus ada bak induk 1 tersendiri di mata air. Namun TPBJ tidak membuat bak penampung lagi, langsung memasang pipa di bak induk tahun 2017 sehingga tekanan air tidak naik karena 2 pipa sedot dari 1 bak ukuran yang berukuran kecil tentunya tidak mampu, tetapi dalam LPJ foto bak tahun 2017 dan dimasukan bahwa ada bak baru yang dikerjakan pada tahun 2018.” Tegas Tefa.

Selain itu, salah satu warga yang bernama Melkisedek Tamonob menyampaikan terkait permasalahan tersebut meminta Inspektorat untuk segera tindak lanjuti masalah di Desa Nenoat sesuai tugas dan wewenang. Menururnya Jangan sampai aturan tajam kebawa tetapi tumpul ke atas.

“Jadi masyarakat pencuri pisang 1 tandang untuk makan tetapi langsung dihukum sedangkan pemerintah desa pencuri uang rakyat tidak ditindak” kesal Melkisedek Tamonob.

Loading...

Terpisah Ketua TPBJ Yunias Sio saat dikonfirmasi media ini terkait bak induk pada tahun 2018, dengan tegas ia menyampikan bahwa dalam RAP itu tidak ada Bak induk, tetapi bak induk itu ada pada tahun 2017 saja.

Lanjut Ketua TPBJ Yunias Sio, menyatakan dengan tegas bahwa saat itu Bendahara dan Sekretaris Desa Nenoat yang melaksanakan belanja langsung, jadi Ia sebagai TPBJ cuman turut serta untuk memperlancar pekerjaan perpipaan air, sama sekali ia tidak tahu berapa jumlah belanja itu.”

“Air tidak jalan karena grafitasi, air itu cuman mengalir turun saja, “sampai kami korban babi 2 ekor, kambing 1 ekor, ayam 4 ekor kami berdoa sampai air jalan baru diserahterima”. Ujar Ketua TPBJ Yunias Sio

“Hanya sekarang yang rusak itu karena pipa bok ada pica, patah  karena getaran”. Getaran terlalu besar sehingga pipa yang dicor dalam tanah pun tercabut.

Diketahui sebelumnya (18/08/2020) lalu ketika di temui awak media Ketua TPBJ Yunias Sio Sesuai pengakuannya bahwa ia bersedia untuk membeli ganti karet pompa untuk dipasang. Namun sayangnya sudah hampir dua bulan berlalu janji manis pada tanggal (18/08/2020) yang saat itu disampaikan sebagai angin segar belum juga ditindaklanjuti hingga tanggal 12/10/2020 media ini turun ke lokasi pun perpipaan tetap terbuang-buang ke jalan raya dan fiber-fiber masih dalam keadaan tidak terisi air. Artinya dapat disimpulkan dugaan janji manis itu tidak ditindak lanjuti oleh Ketua TPBJ.”

Pantauan media ini, perpipaan terbuang-buang di jalan dan di kebun warga, yang lain termuat di atas pagar Sekolah, yang lain sudah putus, yang lain termuat di rumah warga Desa Nenoat. 

Secara teknis perpipaan ini di pasang harus di tanah ataukah muat melalui tembok rumah warga dan tembok pagar sekolah. 

Lanjut Yunias Sio, “karet pompa itu tiap 3 hari harus diganti karena pipa ada bok itu patah terus karena tekanan air terlalu keras. Pekerjaan air ini tidak ditender mereka melakukan swakelola dengan total dana sebesar 300 Juta  rupiah. Tutup Ketua TPBJ Desa Nenoat.

Loading...

Namun sesuai UU Desa sebelum memulai pekerjaan harus mempertimbangkan keadaan dan kenyataan karakteristik geografis, sosiologis, antropologis, ekonomi dan ekologi desa yang khas, serta perubahan atau perkembangan kemajuan desa. Sehingga dapat mengurangi peristiwa seperti saat ini.

Media ini sudah berusaha untuk bertemu Kepala Dinas PMD Kabupaten TTS untuk konfirmasi terkait LPJ tahun 2017 dan tahun 2018 namun tidak sempat bertemu karena Kepala Dinas tidak berada di Kantor saat media ini datangi Dinas pada hari Selasa, 13/10/2020 jam 11:28 waktu setempat. Bahkan media ini menghubungi melalui  sms dan WhatsApp nya juga tidak ada respon balik dari Kepala Dinas PMD TTS. Plt Desa Nenoat Sekaligus Camat Nunkolo pun demikian, tanpa balasan,hingga berita ini diturunkan. (YT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *