Air Mata Edhy Adalah Air Mata Bakti, Air Mata Prabowo Adalah Air Mata Bangga

BAGIKAN :
Menteri KKP, Edhy Prabowo Bersama Menhan Prabowo Subianto

NKRIPOST, JAKARTAMenteri KKP, Edhy Prabowo, saat mau menjalani
sidang promosi doktor di Universitas Padjadjaran, Bandung. Jarum jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi, Edhy sudah tiba di lokasi acara. Padahal acara baru akan dimulai pukul 09.00. Rabu (11/03/2020)

Pagi itu pak Menteri Edhy terlihat sangat rileks. Sambil membaca bahan yang akan dipaparkan, dia kerap melempar joke dan canda. Tamu pun berdatangan satu per satu. Mulai dari pejabat negara, petinggi partai, hingga kolega. Tak terasa ruangan Graha Sanusi sudah nampak padat.

Tamu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hadir mengenakan jas warna abu-abu. Seperti biasa, kedatangannya membuat orang heboh dan berburu selfie. Prabowo menyambut dengan ramah.

Alhamdulillah Sidang dimulai dengan khidmat dan sukses terlaksana. Edhy memaparkan disertasinya yang berjudul “Komunikasi Persuasif Calon Legislatif dalam Kampanye Politik”. Di hadapan ribuan tamu, Edhy tampak luwes memaparkan hasil penelitiannya. Maklum saja, dia pelaku sejarah.

Usai paparan, Edhy kembali dicecar sederet pertanyaan dari guru besar, tim promotor dan tim penyanggah (oponen ahli). Lagi-lagi, Edhy dapat menjawab dengan lancar, “jelas dan tuntas”.

Sidang diskor sekira 15 menit. Tim penguji rapat tertutup untuk menentukan lulus atau tidak. Sementara Edhy asyik bercengkrama dengan para undangan saat di lansir Nkripost.Com tak ada raut panik di wajahnya. Dia sangat terlatih mengontrol kondisi.

Sidang kembali dibuka. Tim penguji memutuskan Edhy Prabowo lulus dengan nilai cum laude. Mulai hari ini Edhy resmi menyandang gelar doktor. Wajahnya riang, hadirin pun bertepuk tangan. Pimpinan sidang mempersilahkan Edhy menyampaikan sambutan sebagai ucapan rasa syukur.

Di sini momen mengharukan terjadi. Usai mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amien yang telah memberikan ijin untuk menyelesaikan study, mulut Edhy tiba-tiba kelu. Wajahnya seketika memerah. Air matanya menetes. Suasana ruangan seketika hening. Apa pasal…?

Ternyata Edhy hendak mengucapkan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada Pak Prabowo Subianto. Edhy berhenti bicara dan langsung mengambil tisu. Saat nama Prabowo disebut, seisi ruangan langsung riuh memberikan tepuk tangan.

Ekspresi yang sama juga ditunjukkan Prabowo. Mata dia berkaca-kaca. Sesekali tangannya mengusap secara perlahan. Saya yang duduk di tengah undangan ikut baper tapi berusaha menahan. Apa daya, air mata ikut menetes juga. Ternyata hal yang sama juga dialami para tamu lainnya. Ini momen sangat mengharukan. Seumur-umur mengenal Edhy, baru kali ini saya melihat dia luluh dan menangis hingga tersedu.

Saya bisa merasakan apa yang membuat keduanya diselimuti haru. Ini sejarah panjang antara anak dan bapak meski bukan kandung. Keduanya selalu bersama dalam kondisi suka maupun duka.

Banyak sejarah perjalanan tercipta, banyak juga cerita yang hanya dialami dan diketahui mereka berdua. Baik saat di Yordania, di Eropa, di Amerika, hingga beribu kisah di tanah air tercinta. Prabowo dan Edhy selalu bersama.

Prabowo adalah orang yang menyelamatkan Edhy saat dikeluarkan dari TNI. Prabowo ingin Edhy bangkit. Syaratnya, Edhy harus kuliah dan belajar pencak silat. Hasilnya, di pencak silat Edhy berhasil menjadi manager penyaber emas terbanyak saat Asian Games. Di dunia akademi, Edhy berhasil meraih gelar doktor. Jadi menteri pula. Tanpa Prabowo, cerita Edhy akan sangat berbeda.

Air mata Edhy adalah air mata bakti. Air mata Prabowo adalah air mata bangga. Mereka berdua memang layak menjadi panutan kehidupan dan mentor perjuangan. ‘Tutup Edhy’.( Rabu, 11/03/2020)

Editor : Zulkarnain
NKripost.Media-Group@2020
MediaEfremNusantara

Publikasi : 11 Maret 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami