NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Pemecatan Sepihak Perusahaan AIA Financial Mendapatkan Perlawanan dari Ribuan Masyarakat dan Mahasiswa

BAGIKAN :
Video Aksi Di Depan Kantor AIA

SUMUT – AIA adalah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa keuangan non bank dan menjual produk asuransi dimana target pemasaran sesungguhnya adalah kunci keberhasilan. Untuk memenuhi keberhasilan pemasaran maka dibutuhkan peran agency dan tenaga pemasar, dimana peran agency dan tenaga pemasar adalah ujung tombak yang berperan dalam meyakinkan dan memperkenalkannya ditengah-tengah masyarakat.
Perlu diketahui AIA saat ini menjadi besar dan produknya juga diterima oleh Masyarakat Sumatera Utara tidak lain karena adanya Agency dan Tenaga Pemasar Yang Handal dan telah membuktikan kemampuannya. Hal itu dibuktikan dengan beberapa tenaga pemasar AIA yang sudah mencapai Top Agent, baik ditingkat nasional maupun internasional. Dibalik prestasi dan kerja keras yang dilakukan oleh Bapak Kenny Leonara Raja selaku Agent dan Bapak Jethro Gandawinata selaku Agency Director yang telah menorehkan sejarah dalam pengabdian terhitung selama 14 tahun bekerja di perusahaan AIA beserta dengan Ibu Surianta Tarigan  selaku Head Of Customer Service Medan yang juga selama 17 tahun mengabdi, akhirnya mendapatkan Hadiah Terpahit yaitu terjadinya Pemecatan Secara Sepihak dari Perusahaan AIA tersebut.

Dimana hak-hak mereka telah dirampas atau tidak diberikan oleh perusahaan dan mereka mendapatkan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar, tidak melalui proses mekanisme serta melawan hukum. Sementara mereka sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi atau melakukan pembelaan diri. Dimana mereka selaku karyawan terbaik sudah memberikan kontribusi dan keuntungan kepada perusahaan AIA selama belasan tahun ini, dengan meyakinkan serta memasukkan nasabah kedalam program yang telah diterapkan di AIA.

Akibat pemecatan sepihak atas Agency dan tenaga kerja pemasar AIA menyebabkan kerugian besar terhadap para nasabah, sebab nasabah tetap harus melanjutkan pembayaran premi asuransinya tetapi tidak bisa mendapatkan service/pelayanan dari agency dan tenaga pemasar yang diinginkan oleh nasabah. Dan berdampak kebocoran data nasabah yang seharusnya menjadi privacy dan tidak disebarkan kepada agency lain akibat pemecatan sepihak terhadap para agency ini.

Untuk sebuah perlawanan terhadap penindasan tersebut, dalam hal ini melalui aspirasi rakyat dan mahasiswa bersama Posko Perjuangan Rakyat (Pospera Sumut) sebagai lembaga masyarakat, kamis (28/11/2019) melakukan aksi demo turun kejalan diseputaran wilayah Kota Medan diantaranya di Bundaran SIB Medan, Gedung DPRD Sumut, Kantor AIA yang bertempat di gedung Lipo Plaza Lapangan Benteng Medan, dan selanjutnya bergerak ke Gedung Mapolda Sumatera Utara yang menghasilkan sambutan baik dari para seluruh institusi yang dituju telah disambut dengan baik dan berjalan tertib.

Adapun tuntutan para ribuan pendemo untuk ; ‘Tangkap dan adili Presiden Direktur PT AIA Financial beserta oknum-oknum yang terlibat dalam pemecatan dan perampasan hak-hak karyawan AIA yang tidak sesuai dengan mekanisme, bukti-bukti yang kuat dan tidak memberikan ruang untuk melakukan klarifikasi serta pembekaan diri. Kemudian meminta dengan tegas agar PT AIA Financial memberikan hak-hak para Agency, Tenaga Pemasar dan Pesangon Karyawan yang telah dicabut haknya oleh pihak perusahaan sesuai dengan UU Tenaga Kerja yang berlaku di Indonesia ini. Kemudian meminta kepada pihak AIA untuk berhenti melakukan cara-cara yang merugikan kepentingan Agency, Tenaga Pemasar, Karyawan dan Nasabah dalam setiap kegiatan usahanya, serta meminta OJK dan AAJI untuk mencabut izin usaha AIA. Kemudian meminta untuk selamatkan Nasabah-Nasabah akibat dari dampak pemecatan sepihak terhadap Agency dan Tenaga Pemasar. Serta meminta agar pihak AIA memulihkan nama baik para korban dari segala bentuk tuduhan yang tidak berdasar ataupun tidak benar.

Aksi besar-besaran yang dilakukan oleh para korban Perusahaan AIA Finansial dengan tim gabungan DPD Pospera Sumut yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa beserta masyarakat yang diperkirakan mencapai ribuan orang turun ke jalanan sekitar Jalan Gatot Subroto Bundaran SIB Medan diperkirakan sebagai tempat titik kumpul awal para pengunjuk rasa tersebut.

Loading...

Aksi tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya perampasan hak agent , sebagai tenaga pemasar dan karyawan oleh AIA ( Perusahaan Asuransi) di Sumatera Utara, Kenny Leonara Raja ( Agent ), Jethro Gandawinata ( Agency Director ) dan Surianta Tarigan ( Head of Customer Service Medan ) yang menimbulkan terjadinya pemecatan sepihak tanpa melalui mekanisme yang ada dan bertentangan dengan hukum.

Aspirasi para korban yang diduukung Oleh Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Sumatera Utara melakukan unjuk rasa dimulai dari Bundaran SIB, dan di Lanjutkan ke Gedung DPRD Sumut,  Jalan Imam Bonjol, Kota Medan. Pendemo  juga membawa ribuan mahasiswa beserta dengan masyarakat  dari berbagai wilayah untuk melakukan unjuk rasa  menuntut para anggota dewan untuk segera memanggil dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), PT AIA. Pospera  menilai, bahwa PT AIA telah melakukan pemecatan sepihak dan perampasan hak-hak yang dimiliki oleh  karyawannya.

Massa aksi juga tampak membawa spanduk bertuliskan kecaman kepada pimpinan perusahaan AIA tersebut. Pendemo juga membawa karangan bunga yang bertuliskan turut berdukacita atas ketidakadilan,  yang ditujukan kepada PT AIA tersebut.

“Pospera akan menunggu dan gak perlu sembunyi (DPRD). Untuk Hari  ini kami percaya sikapmu akan berubah kepada kami. Kami meminta para Anggota Dewan datang menemui kami,” tutur koordinator aksi Sadam Husein Simatupang.

Menunggu para Anggota Dewan keluar, massa aksi juga bersorak dihadapan kantor DPRD Sumut dengan ucapan-ucapan menuntut keadilan sebagai seruan yel-yel mereka. Sementara aparat kepolisian juga tampak melakukan penjagaan ketat saat aksi para pendemo berlangsung, agar keributan dan saling lempar batu tidak terulang kembali.
“Kami akan tetap menunggu bapak dan ibu dewan yang terhormat untuk datang menemui kami di sini,” ucapnya. Tak berapa lama melakukan aksi, tiga anggota dewan dari fraksi Partai PDI-Perjuangan turun ke lokasi untuk menemui massa aksi. Ketiga anggota dewan tersebut, diantaranya tampak Delpin Barus, Rudi Hermanto dan Kiki Handoko.

Selanjutnya Anggota DPRD Sumut melalui pernyataan Rudy Hermanto mengucapkan teriring salam dan mengucapkan terima kasih kepada para Massa Aksi yang sudah mau menyampaikan aspirasinya yang akan kita bahas Di Gedung Dewan ini atas tentang kekecewaan Pemecatan sepihak yang dilakukan oleh PT AIA kepada para agency dan karyawan lainnya.

“Kita berjuang bersama, musuh kita adalah orang-orang dengan segala kekuasaan yang suka menindas. Kami senantiasa bergandengan tangan dengan rakyat, mau diapain karyawan ini akan kita lawan,” ucap Rudy. 

Selaku anggota dewan dirinya tidak bisa berbuat banyak diawal, sebab akan menyampaikan aspirasi ini kepada pimpinan DPRD Sumut terlebih dahulu.
“Setelah itu, baru akan diagendakan pemanggilan terhadap pihak perusahaan. Dalam Waktu Dekat ini kita akan menyampaikan Perihal- Perihal Yang Dilakukan Pemecatan Terhadap Korban kepada Pimpinan Dewan agar supaya  memanggil Petinggi- Petinggi Asuransi AIA yang berkantor Di Indonesia ini,” ujarnya.

Setelah dari Gedung DPRD Sumut, rombongan para pendemo melakukan aksi lanjutan ke Kantor AIA yang bertempat di Gedung Lipo Plaza tepat di depan lapangan benteng Medan. Aksi serupa telah dilakukan dikantor tersebut yang berujung terjadinya bentrokan kecil antara para pendemo dengan perwakilan dari perusahaan AIA tersebut karena para pendemo kecewa karena pihak perusahaan tidak menerima aspirasi  rakyat tersebut melalui  karangan bunga sebagai tanda turut berduka cita atas tindakan perlakuan semena-mena oleh para pimpinan AIA tersebut kepada beberapa karyawannya. Bentrokan kecil itu pun langsung disikapi para aparat kepolisian yang siaga di tempat kejadian perkara tersebut untuk melerai dan mendinginkan suasana agar menjadi kondusif.

Setelah itu para pendemo bergerak ke  Polda Sumatera Utara untuk melakukan aksinya sebagai target akhir titik ketiga untuk dilakukannya aksi demo tersebut. Setibanya di Mapolda Sumut para  demonstran langsung ditemui perwakilan dari kepolisian yang meminta langsung agar para perwakilan dari pendemo tersebut diundang masuk ke gedung Mapolda Sumut untuk dimintai keterangan dan diskusi dalam mendengarkan aspirasi mereka. Diskusi tersebut ditanggapi positif oleh kepolisian Polda Sumatera Utara dan akan menindaklanjuti laporan perkara tersebut dan akan segera memanggil serta memeriksa para pimpinan AIA yang bersangkutan, dalam hal ini telah melakukan tindakan pemecatan sepihak dan melakukan tidak dikeluarkannya insentif yang dapat menimbulkan rasa ketidakpercayaan terhadap para nasabah maupun karyawannya tersebut. Setelah mendengar statement dari kepolisian itu, selanjutnya para demonstran pun balik arah dan membubarkan diri sembari menyuarakan bilamana pihak kepolisian dalam hal ini tidak segera menindaklanjuti perkara tersebut, mereka mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran lagi.(Rio)

Terbitkan Pada: 15 Desember 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami